Parlementaria DPRD Pelalawan
?340 Produk Perda sejak 1999, DPRD Pelalawan Gelar Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-27

Foto: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan melaksanakan rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pelalawan yang ke-27, Senin (12/10/2026).
Pelalawan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan melaksanakan rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pelalawan yang ke-27, Senin (12/10/2026). DPRD Pelalawan sendiri telah merampungkan 340 Rancangan Peraturan Daerah menjadi Peraturan Daerah sejak berdiri.
Paripurna Istimewa digelar di ruang rapat lantai II gedung DPRD Pelalawan mulai pukul 10.40 wib. Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pelalawan Syafrizal didampingi Wakil Ketua I Baharuddin dan Wakil Ketua II Tengku Azri Wardi yang duduk di meja pimpinan bersama Bupati Zukri dan Wabup Husni Tamrin. Paripurna istimewa ini diikuti oleh 31 orang anggota sebagai peserta sidang.
Dihadiri ratusan tamu undangan dari berbagai elemen. Termasuk para pendiri kabupaten, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, para pimpinan dan pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta instansi lainya maupun organisasi kemasyarakatan dan pemuda lainnya. Sedangkan Gubernur Riau diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Riau, Drs. H. Helmi beserta perwakilan dari kabupaten dan kota lainnya.

FOTO : Suasana rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pelalawan yang ke-27.
"Sejak berdiri sampai berusia 27 tahun ini, DPRD Pelalawan telah merampungkan 340 Rancangan Peraturan Daerah menjadi Peraturan Daerah. Melalui proses pembahasan hingga disetujui," tutur Ketua Syafrizal dihadapan peserta paripurna.
Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan kembali sejarah panjang pendirian Kabupaten Pelalawan. Mulai dari proses pembentukan hingg disetujui pemerintah pusat untuk dimekarkan dari Kabupaten Kampar. Akhirnya Kabupaten Pelalawan disahkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 bersama dengan daerah lainnya.
Pada usia yang ke-27, tema yang diusung dalam peringatan tahun ini yakni "Mo lah Awak Bangun Pelalawan". Tema ini merupakan ajakan untuk membangun komitmen kolektif antara pemerintah dan masyarakat guna bersinergi, bekerja keras, serta bergotong royong dalam memajukan daerah.
?
"Momentum peringatan Hari Jadi merupakan ajang refleksi bersama untuk mengenang jasa para tokoh pendiri Pelalawan. Sekaligus menumbuhkan kembali semangat pembangunan daerah menuju masa depan yang lebih baik," kata Syafrizal.
Ia menekankan peran penting DPRD dalam mengawal perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah. DPRD Pelalawan sebagai lembaga legislatif terus berkomitmen mengiringi dan mengawasi jalannya roda pemerintahan agar tidak menyimpang dari visi.
?Ketua DPC PDI Perjuangan Pelalawan ini mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan instansi vertikal untuk memperkuat persatuan, menyamakan persepsi, serta bersinergi membangun daerah dengan semangat kebersamaan. Sesuai dengan tema besar Hari Jadi Pelalawan yang ke-27.
"Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Asisten II Setdaprov yang hadir mewakili Gubernur Riau, Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan, Sultan Pelalawan, pimpinan dan anggota dewan, perwakilan pemerintah kabupaten tetangga, serta para tokoh masyarakat dan pendiri kabupaten," pungkasnya.
Setelah paripurna istimewa selesai, dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama seluruh tamu undangan di gedung DPRD Pelalawan yang telah disiapkan panitia pelaksana dari Sekretariat DPRD.
Dalam paripurna istimewa peringatan Hari Jadi yang ke-27, Bupati Zukri menyampaikan pidato dihadapan seluruh anggota dewan dan tamu undangan. Ia mengungkap kondisi fiskal daerah yang sangat terbatas di tahun 2026. Setelah belanja wajib dan mengikat dipotong seperti gaji dan operasional rutin, kapasitas riil keuangan daerah hanya tersisa hanya Rp 310 miliar yang harus dibagi untuk semua belanja prioritas pembangunan.
"Meskipun anggaran terbatas, pembangunan harus terus berjalan dan tidak boleh surut demi kesejahteraan masyarakat," beber Zukri dari atas podium.
Bupati Pelalawan dua periode ini memaparkan visi Pelalawan Menawan 2029 yakni mewujudkan Kabupaten Pelalawan yang maju, ekonomi mandiri, aman dan nyaman, bermarwah dan berkelanjutan. Hal itu telah dituangkan dalam berbagai program di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan dijalankan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setiap tahun.
Zukri mengklaim, di tengah bersenang-senang anggaran, capaian makro pembangunan tahun 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Pelalawan 4,96 persen berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau 4,74 persen.
Kemudian angka kemiskinan turun dari 8,49 persen menjadi 7,24 persen. Kemiskinan ekstrem dari 188 Kepala Keluarga (KK) menjadi 99 KK. Tingkat pengangguran terbuka 2,42 persen, lebih rendah dari Riau 4,06 persen. IPM naik menjadi 75,80 poin menjadi kategori tinggi.
"Sejumlah program prioritas juga telah berjalan seperti bantuan anak yatim yang telah mencapai 5.762 orang dengan anggaran Rp 16,8 miliar," kata Zukri.
Ditambah bantuan seragam sekolah, bantuan lansia, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga kredit UMKM bunga 0 persen. Selain itu, Pemda menghadirkan layanan Klik Pelalawan sebagai kanal pengaduan pembangunan bagi masyarakat.
Pada bidang pendidikan, tahun 2026 ini dialokasikan revitalisasi 68 sekolah Rp 42,9 miliar dan persiapan Pelalawan Boarding School (PBS) di Kawasan Teknopolitan untuk anak yatim dan keluarga kurang mampu. Sedangkan di bidang kesehatan, cakupan UHC mencapai 99,61 persen dengan anggaran Rp 36,2 miliar.(Parlementaria)

