Korban Kecelakaan di Riau Mendekati 4.000 Orang, Pemprov dan Jasa Raharja Petakan Titik Rawan

Korban Kecelakaan di Riau Mendekati 4.000 Orang, Pemprov dan Jasa Raharja Petakan Titik Rawan

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Provinsi Riau bersama PT Jasa Raharja memperkuat langkah pencegahan kecelakaan lalu lintas dengan memetakan titik-titik rawan dan menyiapkan penanganan sesuai karakteristik serta risiko di masing-masing lokasi.

Langkah ini menjadi perhatian serius menyusul meningkatnya jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Riau. Berdasarkan data yang disampaikan Jasa Raharja, jumlah korban pada 2025 tercatat sekitar 2.800 orang, sedangkan sepanjang 2026 angkanya telah mendekati 4.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 19 persen merupakan kelompok usia muda.

Persoalan tersebut dibahas dalam audiensi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, bersama Direktur Keuangan PT Jasa Raharja (Persero), Dwi Ary Purnomo, di Ruang Kerja Wakil Gubernur Riau, Kamis (8/10/2026).

SF Hariyanto menegaskan, penanganan kecelakaan tidak boleh hanya berfokus pada respons setelah insiden terjadi. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu mengedepankan langkah preventif dengan mengidentifikasi lokasi berisiko tinggi, kemudian menentukan intervensi yang paling tepat.

“Kita jangan hanya menunggu kecelakaan terjadi kemudian memberikan penanganan, tetapi harus lebih dulu melihat di mana titik-titik yang memiliki risiko tinggi. Setelah titik tersebut dipetakan, kita tentukan bersama treatment apa yang paling tepat untuk mengurangi potensi kecelakaan,” tegas SF.

Menurutnya, upaya menekan angka kecelakaan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemetaan lokasi rawan harus diikuti langkah penanganan konkret, sementara edukasi kepada masyarakat perlu diperkuat untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan berlalu lintas.

“Penanganan titik rawan ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja karena persoalannya cukup kompleks. Sosialisasi kepada masyarakat juga harus diperkuat agar kesadaran untuk tertib, disiplin, dan menjaga keselamatan saat berkendara semakin baik,” tuturnya.

Korban Mendekati 4.000 Orang, Usia Muda Jadi Perhatian

Direktur Keuangan PT Jasa Raharja, Dwi Ary Purnomo, menyampaikan bahwa pihaknya telah memiliki gambaran sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan perhatian mendesak. Data tersebut akan dikoordinasikan dengan Kepolisian dan Pemerintah Provinsi Riau untuk menentukan solusi yang sesuai.

“Kami sudah memiliki beberapa gambaran mengenai titik yang kami pandang cukup urgen untuk dipetakan dan dicari solusinya. Namun, langkah selanjutnya tentu perlu dibicarakan bersama Kapolda dan Pemerintah Provinsi Riau agar penanganannya benar-benar tepat,” ujar Dwi.

Ia menilai peningkatan jumlah korban kecelakaan menjadi sinyal bahwa upaya pencegahan perlu dilakukan secara lebih serius dan terintegrasi. Terlebih, kelompok usia muda menyumbang sekitar 19 persen dari jumlah korban yang tercatat pada 2026.

“Jumlah korban pada 2025 sekitar 2.800 orang, sementara sekarang sudah mendekati 4.000 korban dan sekitar 19 persen di antaranya berada pada usia muda. Kondisi ini tentu menjadi perhatian kami karena kalau tidak segera ditekan, risikonya bisa semakin besar,” ucapnya.

Data tersebut menjadi salah satu dasar perlunya penguatan langkah pencegahan, baik melalui penanganan titik rawan maupun peningkatan pemahaman masyarakat tentang keselamatan berkendara.

Jasa Raharja Siap Dukung Penanganan

Dwi menegaskan, Jasa Raharja siap mendukung langkah Pemprov Riau dan Kepolisian Daerah Riau untuk menekan angka kecelakaan. Dukungan itu mencakup koordinasi pemetaan titik rawan, pencarian solusi penanganan, serta edukasi kepada masyarakat.

“Kami akan mendukung semaksimal mungkin upaya Kepolisian Daerah dan Pemerintah Provinsi Riau untuk mereduksi kecelakaan. Dengan segala kemampuan yang kami miliki, kami ingin bersama-sama menciptakan ketertiban lalu lintas yang lebih baik ke depan,” tutupnya.

Melalui kerja sama tersebut, Pemprov Riau dan Jasa Raharja berharap pencegahan kecelakaan dapat dilakukan lebih terarah. Pemetaan titik rawan diharapkan menjadi dasar bagi penentuan langkah penanganan, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan dan keselamatan pengguna jalan semakin terjaga. (*)