Wako Agung Nugroho: Jangan Ada Lagi Warga Pekanbaru yang Tak Punya Rumah

Wako Agung Nugroho: Jangan Ada Lagi Warga Pekanbaru yang Tak Punya Rumah

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan komitmennya mendukung program Tiga Juta Rumah untuk Rakyat. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar dapat memiliki hunian yang layak dan terjangkau.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, Pemko Pekanbaru tidak hanya mendukung pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga menyiapkan dukungan fasilitas di kawasan perumahan.

Menurut Agung, Pemko Pekanbaru bahkan telah menyiapkan anggaran subsidi yang akan mulai diarahkan pada 2027 mendatang. Subsidi tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat ketika membeli rumah.

"Jadi tidak ada lagi masyarakat yang tidak punya rumah lagi," tegas Agung, Senin (28/9/2026).

Ia menjelaskan, skema subsidi yang disiapkan pemerintah kota nantinya mencakup bantuan uang muka atau down payment (DP) rumah serta margin bunga bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan dukungan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh rumah dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus tidak terbebani dengan besarnya cicilan setiap bulan.

"Lalu mereka tidak terlalu berat membayarkan angsuran bulanannya," ujarnya.

Agung menambahkan, Pemko Pekanbaru akan menggandeng sejumlah perbankan dalam merealisasikan program tersebut. Pemerintah kota nantinya akan membantu pembayaran margin bunga bank bagi masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.

"Nanti pemerintah akan membayarkan margin bunga bank itu, sehingga masyarakat bisa membeli rumah dengan harga murah," jelasnya.

Untuk memastikan program tepat sasaran, Pemko Pekanbaru kini mulai melakukan pendataan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. Pendataan tersebut akan menyasar warga yang benar-benar membutuhkan hunian.

Agung menyebut proses pendataan akan melibatkan camat dan lurah di masing-masing wilayah. Data tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan masyarakat yang akan mendapatkan dukungan program perumahan.

"Kita akan lihat, setelah pendataan oleh camat dan lurah, tidak ada lagi masyarakat yang belum punya rumah," katanya.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat Pekanbaru, khususnya mereka yang selama ini terkendala kemampuan ekonomi.

Pemko Pekanbaru juga berharap sinergi dengan perbankan dan dukungan anggaran pemerintah dapat membuat program kepemilikan rumah semakin mudah dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan demikian, program Tiga Juta Rumah tidak hanya menjadi pembangunan fisik perumahan, tetapi juga menjadi upaya memastikan masyarakat Pekanbaru memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau. (*)