Batik Kampar Mendunia, Dekranasda Dorong Motif Lokal Naik Kelas ke Pasar Internasional

Batik Kampar Mendunia, Dekranasda Dorong Motif Lokal Naik Kelas ke Pasar Internasional

Beritariau.com, Bangkinang Kota -- Batik khas Kabupaten Kampar semakin menunjukkan geliatnya untuk menembus pasar yang lebih luas. Tak hanya dipasarkan di dalam negeri, sejumlah karya batik daerah itu kini telah tampil di panggung internasional dan membawa motif serta filosofi budaya Kampar ke hadapan publik dunia.

Pengembangan potensi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Ketua Dekranasda Kabupaten Kampar, Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, bersama jajaran Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar di Rumah Dinas Bupati Kampar, Bangkinang Kota, Sabtu (19/9/2026).

Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kampar Edward, SE., MM., Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Ny. Dian R. Natalia Edward, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan IKM Agusni Mariani, serta sejumlah pelaku dan penggiat batik Kampar.

Hadir pula desainer Rini Widiantari dari MyRin Syari, Rumah Batik Moringa binaan Nurhidayah Sari, serta Rumah Batik Muara Takus Oma Lasvita. Kedua rumah batik tersebut merupakan binaan Dekranasda Kabupaten Kampar.

Dalam pertemuan tersebut, Ny. Tengku Nurheryani menekankan pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) bagi setiap motif batik yang lahir dari kreativitas para perajin Kampar.

Menurutnya, pencatatan dan perlindungan KI bukan hanya berkaitan dengan aspek administrasi, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga keaslian, identitas, sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap karya para pelaku batik.

Langkah tersebut dinilai penting agar motif-motif khas Kampar tidak mudah digunakan atau diklaim pihak lain tanpa izin. Dengan adanya perlindungan KI, para perajin dan pemilik rumah batik juga diharapkan semakin leluasa mengembangkan karya serta mengomersialkannya ke pasar yang lebih luas.

Tampil di Malaysia

Penguatan industri batik Kampar semakin mendapat momentum setelah sejumlah karya daerah tersebut tampil dalam Precious of Malaysia Citraloka 2026 International Cultural Fashion Week di Malaysia pada 11-16 September 2026.

Dalam ajang internasional itu, Batik Kampar diperkenalkan melalui fashion show dengan membawa kekayaan motif dan filosofi budaya daerah.

Salah satu karya yang ditampilkan yakni Batik Candi Muara Takus dengan mengangkat motif Candi Muara Takus dan Pucuk Rebung. Motif tersebut tidak hanya menjadi ornamen pada kain, tetapi juga merepresentasikan kekayaan sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari identitas Kampar.

Selain itu, Batik Jumputan Rumah Batik Moringa turut tampil dengan tema “Senja di Tepian Kampar”. Karya tersebut mengangkat keindahan alam Kampar dan menerjemahkannya ke dalam desain kain yang memiliki nilai estetika sekaligus cerita lokal.

Keikutsertaan di Malaysia menjadi pengalaman penting bagi pelaku batik Kampar untuk melihat peluang pengembangan produk wastra lokal di tingkat internasional.

Diminta Tak Berhenti pada Motif Tradisional

Ny. Tengku Nurheryani juga mendorong agar pengembangan batik Kampar tidak berhenti pada upaya mempertahankan motif tradisional.

Menurutnya, kekayaan budaya tetap harus dijaga, namun produk batik juga perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan selera pasar.

Inovasi dapat dilakukan melalui pengembangan desain, warna, model, hingga pemanfaatan batik dalam berbagai produk. Dengan demikian, batik tidak hanya dipandang sebagai kain tradisional, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari industri kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pembahasan dalam pertemuan tersebut juga menyentuh pengembangan potensi industri lokal lainnya, termasuk produk berbahan daun kelor.

Potensi sumber daya yang dimiliki Kabupaten Kampar diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah dan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pernah Dipamerkan di APKASI

Sebelum tampil di panggung internasional Malaysia, Batik Kampar juga telah diperkenalkan melalui stan Kabupaten Kampar dalam kegiatan APKASI di Serpong, Tangerang, Banten.

Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu upaya memperluas pasar produk lokal Kampar. Batik yang dipamerkan mendapat perhatian dari pengunjung maupun konsumen yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia.

Sejumlah produk bahkan berhasil menarik minat dan dibeli oleh konsumen dari berbagai daerah.

Respons tersebut menjadi sinyal positif bagi para pelaku batik Kampar. Berdasarkan pengakuan sejumlah pembeli, Batik Kampar memiliki karakter dan keunikan tersendiri yang membedakannya dari batik pada umumnya.

Pengalaman tampil di berbagai ajang, mulai dari tingkat nasional hingga internasional, diharapkan semakin memperkuat kepercayaan diri para pelaku usaha untuk mengembangkan batik Kampar.

Dengan inovasi, perlindungan kekayaan intelektual dan penguatan pemasaran, batik khas Kampar diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk industri kreatif yang membawa identitas budaya Kampar ke tingkat nasional bahkan dunia. (*)