Pemko Pekanbaru Targetkan Angka Kemiskinan Turun 1,1 Persen, Fokus Intervensi di Tiga Kecamatan

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menargetkan angka kemiskinan di Kota Bertuah turun sebesar 1,1 persen dalam tiga tahun ke depan.
Target tersebut menjadi salah satu fokus Pemko Pekanbaru dalam memperkuat program pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga sosial, hingga stakeholder lainnya.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan sejumlah program untuk menekan angka kemiskinan. Intervensi akan diprioritaskan pada tiga kecamatan yang saat ini memiliki tingkat kemiskinan relatif tinggi.
"Karena ada tiga kecamatan yang tingkat kemiskinannya tinggi. Program-program kita fokuskan ke situ," kata Markarius usai mengikuti Forum Group Discussion (FGD) penurunan kemiskinan di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah. Diperlukan sinergi berbagai pihak agar program yang diberikan kepada masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri.
Salah satu upaya yang didorong adalah menyinkronkan program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan lembaga lainnya dengan program pengentasan kemiskinan yang dijalankan Pemko Pekanbaru.
Markarius menyebut bantuan yang berasal dari zakat, wakaf maupun sedekah nantinya diharapkan tidak hanya bersifat konsumtif. Bantuan tersebut akan diarahkan menjadi bantuan produktif sehingga dapat membantu penerima manfaat meningkatkan taraf ekonomi.
Warga yang masuk kategori miskin, misalnya, dapat diberikan bantuan sebagai modal usaha. Namun, bantuan modal tersebut harus dibarengi dengan pendampingan agar usaha yang dijalankan bisa berkembang dan menghasilkan pendapatan.
"Warga miskin dibantu bisa untuk modal usaha, sehingga mereka bisa berusaha. Tapi tentu perlu kolaborasi dengan stakeholder. Kalau diberi bantuan oleh BAZNAS, harus ada pendampingan dari dinas koperasi. Ini baru bisa berhasil, kalau sendiri-sendiri tentu tidak kuat," jelasnya.
Ia menegaskan, kolaborasi menjadi bagian penting dalam strategi Pemko Pekanbaru mengentaskan kemiskinan. Program bantuan tidak cukup hanya dengan memberikan modal, tetapi harus dilanjutkan dengan pendampingan, pembinaan serta penguatan kapasitas penerima manfaat.
Dengan pola tersebut, masyarakat diharapkan tidak terus bergantung pada bantuan sosial. Sebaliknya, bantuan yang diberikan dapat menjadi pintu masuk bagi warga untuk membangun usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Markarius mengatakan Pemko Pekanbaru akan terus mengevaluasi berbagai program yang telah berjalan untuk memastikan intervensi pengentasan kemiskinan benar-benar memberikan dampak.
Pemko Pekanbaru menargetkan angka kemiskinan yang saat ini berada di kisaran 3,1 persen dapat ditekan menjadi 2 persen dalam tiga tahun mendatang.
"Dari angka kemiskinan 3,1 ke 2 persen target kita. Ada target 1,1 persen yang harus kita turunkan, dan itu bukan hal yang mudah. Karena lima tahun terakhir itu trennya kan naik, bagaimana kita merubah tren ini," pungkasnya. (*)

