Puluhan Buruh Bongkar Muat Sawit di Rohul Adukan Nasib ke Dewan

ilustrasi
Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Puluhan anggota buruh bongkar muat tandan buah segar (TBS) dari Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) mendatangi DPRD Kabupaten Rokan Hulu untuk mengadukan nasib dan meminta keadilan, Rabu (14/9/2016).
Medi, perwakilan dari SPTI Rohul menjelaskan, pabrik kelapa sawit PT Rohul Palmindo tempat mereka bekerja ini juga mempekerjakan kelompok lain untuk aktivitas bongkar muat TBS-nya. Yakni kelompok pok buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pertanian Perkebunan (SPPP).
Tak ayal lagi, adanya dua bendera yaitu SPPP dan SPTI menimbulkan sengketa di antara keduanya. Bahkan konflik keduanya semakin melebar.
Seperti peristiwa Jumat (9/9/2016) lalu dimana sekelompok buruh dan oknum organisasi kepemudaan (OKP) mendatangi anggota Pimpinan Unit Kerja (PUK) Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F-SPTI)-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) yang tengah bekerja. Kedua kubu ini nyaris bentrok.
Untuk mencari solusi, Koordinasi Lapangan perwakilan dari DPC SPTI Rohul dan puluhan anggota SPTIdatang (DPRD Rohul) untuk memohon penyelesaian sengketa ini.
"Kita dari PUK SPTI Muara menilai konflik tersebut dipicu adanya dua surat penunjukan ganda ke SPTI dan SPPP yang dikeluarkan pihak PKS P. Rohul Palmindo, untuk itu kita meminta DPRD Rohul mencari solusinya," tutupnya. [cp]

