Kisah asmara kandas, siswi di Pelalawan bunuh diri

Kisah asmara kandas, siswi di Pelalawan bunuh diri

ilustrasi

Beritariau.com, Pelalawan - Diduga patah hati karena asmara, TE, siswi berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku kelas III SMP ini, nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri.

‎Remaja ini ditemukan warga dengan leher tergantung di atas pintu rumahnya di pondok I PT Serikat Putra Desa Terbangiang Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan, Selasa (13/09/16) sekitar pukul 22.00 wib.‎

‎"Pada Selasa (13/09/16) sekitar pukul 22.00 wib, adik korban berinisial EY, mau masuk ke dalam rumah untuk memasukan sepeda motor. Namun, pintu rumah terkunci dari dalam," terang Kapolres Pelalawan AKBP Ari Wibowo. Kemudian, lanjut Ari, EY memanggil manggil korban buka pintunya. Namun, tak ada jawaban dari korban. EY pun mengintip dari jendela. Tampaklah korban tergantung dengan tali nilon di pintu kamar dalam keadaan tidak bergerak dan kedua kakinya tidak sampai ke lantai. EY pun menjerit dan meminta tolong keluarga dan warga sekitar.

Kanit Reskrim Polsek Bunut yang mendapatkan informasi tersebut pada Rabu (14/09/16), lanjut Ari, langsung menuju TKP dengan pihak dokter Puskesmas Bandar Petalangan.

‎Petugas mengamankan barang bukti berupa seutas tali nilon, kaos lengan panjang warna merah, 1 buah BH warna hitam dan celana dalam warna merah jambu.

‎Dari keterangan masyarakat yang diterima kepolisian, TE diduga nekat mengakhiri hidupnya karena patah hati ditinggal oleh pacarnya yang dijodohkan orangtuanya.

‎Bahkan, di handphonenya milik remaja itu, juga ada pesan berbunyi, "besuk ajalku, semakin dekat kalau aku pergi, jangan lupakan kenangan kita berdua". [red]‎