Wabup Inhil Terima Tim Mabes TNI, Sinergi Penanganan Karhutla Diperkuat

Beritariau.com, Tembilahan -- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memperkuat koordinasi dengan TNI dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Wakil Bupati Inhil Yuliantini menerima kunjungan Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI di kediamannya, Kamis (27/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI mendukung kesiapsiagaan sekaligus memperkuat pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Inhil.
Tim Mabes TNI yang hadir antara lain Brigjen TNI (Mar) Agus Gunawan, Mayor Arh Eddy Siswanto, Mayor Cba Witno Hadi, Mayor Inf Usman, Kolonel Laut Indra Joko, Kolonel Mar Victor Pepanora, serta Kolonel Yotam Djalim.
Yuliantini menyambut positif kegiatan penyuluhan, edukasi dan pendampingan yang diberikan kepada unsur Satgas Karhutla daerah. Menurutnya, dukungan tersebut penting mengingat karakteristik geografis Inhil yang memiliki tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran.
Ia menjelaskan, Kabupaten Inhil memiliki luas wilayah sekitar 13.136 kilometer persegi yang terbagi dalam 20 kecamatan, 197 desa dan 39 kelurahan. Dari 20 kecamatan tersebut, 16 di antaranya merupakan wilayah berbasis perairan, sedangkan empat kecamatan dapat diakses melalui jalur darat.
“Karakteristik wilayah kita memiliki tantangan tersendiri. Banyak wilayah hanya bisa dijangkau melalui jalur air, ditambah kondisi lahan gambut yang cukup dalam. Kedalaman gambut di sejumlah wilayah bahkan dapat mencapai sekitar 4 meter, salah satunya di Kecamatan Gaung,” ujar Yuliantini.
Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat penanganan Karhutla di Inhil membutuhkan peralatan dan metode khusus. Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan sarana pemadam serta sulitnya mengerahkan mesin pompa berkapasitas besar ke lokasi kebakaran karena sejumlah alur perairan relatif sempit.
“Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah Inhil. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD dan masyarakat juga perlu terus diperkuat,” tambahnya.
Sementara itu, Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung arahan Presiden Republik Indonesia terkait penguatan pencegahan dan penanganan Karhutla.
Penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah sekaligus memberikan edukasi dan pendampingan kepada unsur-unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Tim Mabes TNI juga menyebut sekitar 1.000 personel TNI telah dikerahkan ke sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla, termasuk Riau, Kalimantan dan Lampung.
Dengan penguatan koordinasi tersebut, sinergi antara Mabes TNI dan pemerintah daerah diharapkan semakin efektif dalam mencegah kebakaran, mempercepat penanganan di lapangan, serta menekan dampak Karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan. (*)

