Wabup Inhil Ingatkan Bahaya Karhutla dan Ancaman bagi Generasi Muda

Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Yuliantini
Beritariau.com, Tembilahan -- Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Yuliantini mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Al Hidayah, Desa Gembira, Kecamatan Gaung, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Gaung, Kepala Desa Gembira, tokoh masyarakat serta jemaah. Peringatan Maulid juga menghadirkan penceramah Al Habib Zain Bin Hoeb Al Hasny dari Arab Melayu, Jambi.
Selain mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, Yuliantini turut menyampaikan pesan terkait kondisi lingkungan di Kecamatan Gaung. Hal itu menyusul laporan adanya sejumlah titik api yang ditemukan di wilayah tersebut.
Camat Gaung Fauziah mengatakan, terdapat sekitar 40 titik api yang terpantau di Kecamatan Gaung. Petugas kepolisian dan TNI saat ini berupaya melakukan pemadaman agar kebakaran tidak meluas.
“Ada sekitar 40-an titik api ditemukan di Kecamatan Gaung, yang saat ini jajaran Polsek dan Danramil berupaya memadamkannya. Kita doakan semoga api cepat padam,” ujar Fauziah.
Menanggapi kondisi tersebut, Yuliantini meminta masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, praktik tersebut dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, satwa, maupun kesehatan masyarakat.
“Selain alam yang rusak, hewan terancam, tapi kesehatan kita pun terganggu. Pelaku pembakar pun terancam hukuman pidana, jadi tolong, jangan ada yang membakar lagi ya Bapak-Bapak,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Yuliantini juga mengingatkan masyarakat mengenai berbagai persoalan sosial yang dinilai dapat mengancam masa depan generasi muda. Beberapa di antaranya penyalahgunaan narkoba, stunting, anak putus sekolah, kekerasan terhadap anak hingga judi online.
“Selama saya turun, saya sedih melihat bahaya narkoba yang sudah menjalar ke anak-anak, stunting yang masih menjadi PR bersama, anak putus sekolah, kekerasan terhadap anak, dan maraknya judi online,” ungkapnya.
Ia meminta masyarakat tidak menutup mata apabila menemukan persoalan yang mengancam anak-anak di lingkungan sekitar. Masyarakat didorong segera melaporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Kalau ada melihat persoalan-persoalan yang saya sebut tadi, tolong laporkan, karena ini bahaya bagi masa depan anak-cucu kita,” pesannya.
Yuliantini menekankan, perlindungan generasi muda membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, aparat, keluarga, tokoh masyarakat dan lingkungan pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman dan sehat bagi anak.
Ia pun mengajak seluruh pihak memperkuat kerja sama serta menjalankan peran masing-masing secara optimal, sehingga berbagai persoalan sosial dan lingkungan dapat dicegah sekaligus ditangani bersama.
Dengan kolaborasi tersebut, generasi muda Inhil diharapkan dapat tumbuh sehat, terlindungi dan memiliki karakter yang baik untuk menghadapi masa depan. (*)

