Kadistamben: Listrik di Rohul Tercukupi

Pembangkit Listrik di Rohul meledak, Kementerian ESDM RI turunkan Tim

Pembangkit Listrik di Rohul meledak, Kementerian ESDM RI turunkan Tim

MEMBRAN PLTBG ROHUL HANGUS - Foto Membran PLTBG Kebanggan Kementerian ESDM di Rohul Pasca Dilalap Api | Istimewa

Beritariau.com, Rohul - Pasca meledaknya membran Balon Gas Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas (PLTGB) yang berada di DK-1 SKPF Rantau Sakti Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu (Rohul), pada Selasa (06/09/16) sore lalu, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Kamis (08/09/16), langsung turun melakukan investigasi dan mitigasi. Kepala Seksi (Kasi) Kelistrikan Direktorat Energri Terbarukan dan Konpersi Industri Kemen-ESDM RI, Zulfan bersama dua orang rekannya Kristian Adisantoso dan Janitra Halim ST, langsung turun ke PLTBG berkapasitas 1 Mega Watt (MW) yang merupakan pilot project nasional kebanggaan Kemen-ESDM RI itu.

Mereka menginvestigasi penyebab meledaknya membran balon gas yang menghanguskan sebagian balon hingga rata dengan kolam limbah yang menghasilkan gas pome yang berukuran lebih kurang 50 x 100 meter kubik (m2).

Sejauh ini, investigasi belum diketahui sampai berapa lama. Zulfan mengaku, pihaknya turun sebagai respon cepat karena PLTBG Rantau Sakti merupakan pilot project energi baru dan terbarukan oleh  pemerintah.

"Apalagi adanya insiden kebakaran ini menyebabkan pasokan listrik ke masyarakat terganggu. Selain itu, PLTBG ini juga dibangun untuk mengatasi krisis listrik di masyarakat," ungkap Zulfan, Kamis sore.

Soal kerugian materil sekitar Rp500 juta akibat kebakaran ini, lanjut Zulfan, akan didiskusikan lebih lanjut di Kementrian ESDM.

"Setelah mendapatkan hasil investigasi, akan dilaporkan ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Kemen+ESDM RI untuk langkah selanjutnya," jelasnya lagi.

Sementara Kepala Distamben Rohul, Yusmar Yusuf (08/09/16) mengatakan, sebelum meninjau dinasnya sudah berkoordinasi dengan pengelola selain itu langsung menginformasikan ke Dirjen Kemen-ESDM RI. Pihaknya sangat berterima kasih kepada Kemen-ESDM RI yang langsung merespon laporan.

"Selain itu agar kebutuhan listrik masyarakat tetap tercukupi kita sudah turunkan tiga diesel ke Desa Rantau Sakti  yakni dua diesel masing-masing kapasitas 500 KVA dan satu diesel kapasitas 165 KVA yang kita pinjam pakaikan," ucap Yusmar.

Sebelum terbakar, PLTBG yang menggunakan limbah cair atau Pome dari PT Arya Rama Prakasa dan diresmikan Wakil Menteri ESDM Soesilo Siswoutomo pada 16 September 2014 lalu ini, meledak dan menimbulkan api, sehingga menghanguskan ABR (balon/lianer penampung gas metan) atau POME.

Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK MH menerangkan, kejadian itu berawal pada Selasa sekitar pukul 14.30 wib. Saat itu, petugas PLTBG menemukan sobekan kecil pada ABR (balon/lianer penampung gas metan atau POME).

Kemudian, sekitar pukul 17.30 wib, kontraktor Repear Bio Membran bernama Rudiyana melakukan penempelan, dan tiba-tiba saja muncul api dari alat penempel biasa disebut hot gun yang dipakai.

Melihat api, Rudiyana langsung turun sambil berteriak “ada api” ke pekerja lain di sekitar Bio Membran sambil berlari menyelamatkan diri ke perkebunan kelapa sawit, tak jauh dari PLTBG.

Dari keterangan warga sekitar, lanjut Yusuf, ledakan menimbulkan api sangat besar dan api makin membesar hingga radius 30 meter, dengan durasi antara 10 detik hingga 20 detik.

Pengelola PLTBG kemudian berupaya memadamkan api yang membakar ABR (plastik balon penyimpanan gas metan), pakai 2 mesin robin dan ember dilakukan pengelola dibantu warga setempat.

Hingga akhirnya pada Selasa malam sekitar pukul 19.55 wib, api yang membakar ABR atau balon membran baru berhasil dipadamkan.

"Tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta," kata Yusuf, Jumat (09/09/16).

Selain membantu pemadaman, tim Polres Rohul juga melakukan identifikasi dan penyelidikan di lokasi PLTBG Desa Rantau Sakti yang meledak dan terbakar. Selain melakukan identifikasi, Tim Polres Rohul juga sedang mengkaji penyebab kebakaran yang merupakan pusat energi baru.

Kejadian itu terjadi justru saat petugas sedang melakukan penempelan balon membran yang bocor. Yusuf menjelaskan, petugas PLTBG menemukan sobekan kecil pada ABR (balon/lianer penampung gas metan atau POME).

"Hal inilah yang perlu kita lakukan pemeriksaan," katanya.

Untuk diketahui, pembangunan PLTBG ini bekerjasama dengan PT Merangkai Artha Nusantara dan dibiayai penuh oleh PT Pasadena Engineering Indonesia (PEI) selaku investor yang menelan dana sekitar Rp40 miliar lebih.

Bahkan, dalam peringatan HUT RI Ke 71 yang digelar Pemkab Rohul, PLTBG ini masuk dalam daftar delapan besar Nominator Calon Penerima Penghargaan Energi Kategori Prakarsa Kelompok Masyarakat 2016 oleh Kementerian ESDM.

"Ini jadi hadiah HUT RI (ke-71) bagi kita (Rohul). Apalagi PLTBG Rantau Sakti satu-satunya perwakilan Riau," ujar Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Rohul, Yusmar, Kamis 18 Agustus 2016 lalu. [red]‎