Massa hajar maling motor di kantor Gubernur Riau

ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Sunaryo (44), warga kelahiran Kabupaten Labuhan Batu Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini harus rela jadi bulan-bulanan menahan pukulan, tendangan setelah ulahnya ketahuan mencuri motor Satria FU di areal Basemen (Lantai Dasar, red) Gedung Lancang Kuning, Kantor Gubernur Riau, Jumat (09/09/16).
Pasalnya, aksi ini nekad yang memang sudah membuat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau dilakukan saat orang Sholat Jumat. Begitu tertangkap, Sunaryo langsung diterjang puluhan orang.
"Motor tadi sudah dibawa bang, tapi saya kejar dapat," kata Dasri, pemilik motor yang dicuri yang juga mekanik pemeliharaan Kantor Gubernur, Jumat (09/09/16).
Diceritakannya, awalnya seperti biasa, motor Satria FU itu Ia parkirkan di bestment Gedung itu. Saat itu, Dasri yang masih berada di ruang panel mesin, tiba-tiba mendengar suara motor yang menurutnya mirip suara motornya.
Setelah dilihat Dasril, benar saja motor Satria FU miliknya sudah dibawa. Dasril pun berusaha mengejar sambil berteriak maling. Meski motor sempat dibawa keluar dari Basement, karena kegigihan Dasri, motor yang sudah dibawa itu pun berhasil diraih, hingga si maling pun terjatuh.
Karena ketakutan, si maling itu pun sempat melarikan diri hendak memanjat pagar (belakang Humas), karena pintu pgar dikunci. Namun, beberapa anggota Satpol PP yang berjaga dipos saat itu pun berhasil mengamankan pelaku.
Si maling pun kemudian diamankan di pos penjagaan utama, dekat mesjid kantor gubernur. Tak lama kemudian, jemaah mesjid yang baru menyelesaikan sholat Jumat berdatangan melihat langsung pelaku dan akhirnya emosi.
Pasalnya, banyaknya kendaraan roda dua hilang di kawasan kantor Gubernur. Beberapa orang berhadapan dengan pelaku, ada yang menendang, memukul. Makian atas ulah si maling itu pun terdengar.
Setelah hampir satu jam kemudian, barulah datang sejumlah petugas kepolisian menjemput pelaku, untuk diperiksa ke Polsek Kota.
Namun, sebelum dibawa kedalam mobil, pelaku lagi-lagi harus menerima hadiah bogem mentah dari warga yang menyaksikan. Polisi yang membawa pun nyaris terjatuh untuk melindungi dari warga yang sudah terlihat emosi terhadap pelaku. [red]

