Tim Gabungan Padam Karhutla di Dua Lokasi Inhil, Luas Lahan Terbakar Capai 15 Hektare

Tim Gabungan Padam Karhutla di Dua Lokasi Inhil, Luas Lahan Terbakar Capai 15 Hektare

Beritariau.com, Inhil -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, hingga Kamis, 13 Agustus 2026. Memasuki hari ketiga sejak kebakaran mulai terdeteksi pada 11 Agustus, tim gabungan masih berjibaku memadamkan api di dua lokasi.

Dua lokasi tersebut berada di Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, dan Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka. Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare.

Di Desa Sanglar, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare. Petugas masih melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala dan memicu perluasan kebakaran.

Sementara itu, kondisi lebih luas terjadi di Desa Kuala Sebatu dengan estimasi lahan terbakar mencapai 10 hektare. Hingga Kamis, api masih menyala sehingga proses pemadaman terus dilakukan oleh tim di lapangan.

Penanganan karhutla melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, aparat desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat. Personel dibagi ke dua lokasi agar proses pemadaman dapat dilakukan secara optimal sekaligus mencegah api menjalar ke area lainnya.

Untuk membantu penanganan di Desa Kuala Sebatu, pemadaman juga diperkuat dengan operasi water bombing menggunakan helikopter BNPB. Dukungan dari udara tersebut diarahkan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani secara langsung melalui jalur darat.

Tim gabungan tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga melaksanakan pendinginan di area yang telah terbakar. Langkah ini penting untuk memastikan bara yang masih tersisa tidak kembali memicu munculnya titik api baru.

Petugas hingga kini masih bersiaga di kedua lokasi sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman dan terkendali. Pemantauan juga terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik panas akibat kondisi lahan yang masih berpotensi terbakar.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla.

Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api, maupun aktivitas pembakaran lahan. Pelaporan sedini mungkin diharapkan dapat mempercepat tindakan petugas sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas. (*)