Ratusan Atlet Riau Tagih Sisa Bonus PON 2024, Sindir Pemprov Lewat Aksi Damai

Atlet dan pelatih meminta sumbangan saat aksi demo menuntut bonus PON Aceh-Sumut 2024, di gerbang masuk Stadion Utama Riau di Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).(KOMPAS.COM/IDON)
Beritariau.com, Pekanbaru -- Ratusan atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga menggelar aksi damai di gerbang Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru, Kamis (6/8/2026). Mereka menuntut Pemerintah Provinsi Riau segera melunasi sisa bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 yang hingga kini belum dibayarkan secara penuh.
Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan kegiatan senam massal dan penanaman pohon dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau yang dipusatkan di kawasan Stadion Utama Riau.
Sejak pagi, para atlet dan pelatih telah berkumpul mengenakan seragam kontingen PON Aceh-Sumut 2024 sambil membawa medali yang berhasil mereka raih. Sejumlah atlet penyandang disabilitas juga turut ambil bagian dalam aksi tersebut dengan menggunakan kursi roda maupun tongkat.
Selain membentangkan spanduk berisi tuntutan pelunasan bonus, para peserta aksi membawa sebuah kardus bertuliskan "Sumbangan untuk Korban Bencana Olahraga" sebagai bentuk sindiran terhadap belum terpenuhinya hak para atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama Riau di ajang olahraga nasional.
Aksi damai itu menarik perhatian para aparatur sipil negara (ASN) yang datang ke Stadion Utama Riau untuk mengikuti rangkaian peringatan HUT Provinsi Riau.
Salah seorang peserta aksi, Muhammad Luthfi, pelatih angkat berat Riau, mengatakan para atlet dan pelatih terpaksa turun ke jalan karena bonus yang dijanjikan pemerintah belum juga dibayarkan secara penuh meski hampir dua tahun telah berlalu sejak penyelenggaraan PON.
Menurutnya, hingga saat ini bonus yang diterima baru sekitar 43 persen dari total nilai yang dijanjikan. Sementara sisanya belum memiliki kepastian waktu pembayaran.
"Yang dibayarkan baru sekitar 43 persen. Sisanya sampai sekarang belum ada kejelasan. Kami sudah lelah menunggu dan terus menagih hak kami," ujarnya.
Luthfi menyebut aksi damai tersebut merupakan bentuk kekecewaan setelah berbagai janji pelunasan yang disampaikan pemerintah belum juga terealisasi. Ia berharap dapat bertemu langsung dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto yang dijadwalkan menghadiri kegiatan di Stadion Utama Riau.
Senada dengan itu, atlet atletik peraih medali emas PON Aceh-Sumut 2024, Budi, mengaku bonus yang diterimanya baru sekitar 45 persen dari nilai yang dijanjikan. Dari bonus sebesar Rp300 juta, ia menyebut hanya menerima sekitar Rp123 juta setelah dipotong pajak.
Ia berharap pemerintah segera melunasi sisa bonus tanpa kembali memberikan janji yang tidak kunjung direalisasikan.
Hingga aksi berlangsung, ratusan atlet dan pelatih masih bertahan di gerbang Stadion Utama Riau sambil menunggu kedatangan Plt Gubernur Riau untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung. Demonstrasi berlangsung secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan. (*)

