Forum KKS Inhil Ajak Desa dan Kelurahan Bersinergi Raih Predikat Kabupaten Sehat

Beritariau.com, Tembilahan -- Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Katerina Susanti, mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam mewujudkan Kabupaten Indragiri Hilir sebagai daerah yang bersih, aman, nyaman, dan sehat melalui penerapan sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat.
Ajakan tersebut disampaikan Katerina saat membuka Sosialisasi Peran Forum Kabupaten/Kota Sehat yang digelar di Aula Kantor Desa Sungai Gantang, Kecamatan Kempas, Senin (3/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Sekretaris Kecamatan Kempas mewakili camat, para kepala desa, lurah, Ketua TP PKK se-Kecamatan Kempas, serta masyarakat setempat.
Dalam pemaparannya, Katerina menjelaskan bahwa Program Kabupaten/Kota Sehat merupakan program nasional yang melibatkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berkualitas. Penilaian program tersebut dilaksanakan setiap dua tahun sekali dengan mengacu pada sembilan tatanan utama yang harus dipenuhi oleh setiap daerah.
Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Indragiri Hilir yang luas dan dipisahkan oleh banyak aliran sungai menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan target tersebut. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan harus terus diperkuat.
"Mengingat kondisi wilayah Inhil yang sangat luas dengan tantangan geografis seperti banyaknya sungai pemisah antar daerah, maka kita perlu memperkuat komunikasi dan koordinasi hingga Kabupaten Inhil berhasil meraih predikat Kabupaten/Kota Sehat," ujar Katerina.
Ia menegaskan, keberhasilan meraih predikat Kabupaten/Kota Sehat tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi maupun dokumen pendukung, tetapi lebih penting lagi adalah adanya perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Perubahan ini dimulai dari lingkup terkecil. Saya harapkan setelah kegiatan ini semua pihak dapat mengambil peran dalam mewujudkan sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat," tambahnya.
Katerina menjelaskan, sembilan tatanan yang menjadi indikator penilaian Kabupaten/Kota Sehat meliputi kehidupan masyarakat sehat mandiri melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), permukiman dan fasilitas umum yang layak, satuan pendidikan yang sehat, pasar yang higienis, perkantoran dan kawasan industri yang menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), kawasan pariwisata yang bersih dan aman, transportasi dan ketertiban lalu lintas, perlindungan sosial bagi kelompok rentan, serta kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana.
Melalui sosialisasi tersebut, Forum Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Indragiri Hilir berharap seluruh unsur pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat dapat berkolaborasi aktif dalam memenuhi sembilan tatanan tersebut, sehingga terwujud lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. (*)

