Pemkab Kuansing Dukung Drag Bike HUT Bhayangkara, Salurkan Bakat Otomotif & Tekan Balap Liar

Beritariau.com, Teluk Kuantan -- Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga otomotif dengan mendukung penyelenggaraan Kejuaraan Drag Bike HUT Bhayangkara di Sirkuit Non Permanen Jalan Sport Center, Teluk Kuantan, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga diharapkan mampu menjadi sarana positif untuk menyalurkan bakat para pecinta balap motor sekaligus menekan aksi balap liar.
Kejuaraan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Kuansing, Azhar, MM, yang mewakili Plt. Bupati Kuantan Singingi H. Muklisin. Turut hadir dalam pembukaan, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kuansing yang juga Anggota DPRD Kuansing Fedrios Gusni, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, Kepala Kejaksaan Negeri Kuansing M. Harun Sunadi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ketua KONI Kuansing, jajaran IMI, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat.
Sejak pagi, lintasan balap dipenuhi ratusan peserta dan masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya perlombaan. Tingginya minat terhadap kejuaraan ini terlihat dari jumlah 700 starter yang ambil bagian. Para pembalap tidak hanya berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi dan berbagai daerah di Provinsi Riau, tetapi juga datang dari Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Jambi, menjadikan ajang ini sebagai kompetisi otomotif berskala regional.
Membacakan sambutan Plt. Bupati Kuansing, Azhar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kejuaraan tersebut. Menurutnya, olahraga otomotif yang digelar secara resmi merupakan wadah yang tepat bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat secara aman, terarah, dan berprestasi.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi memberikan dukungan nyata terhadap kegiatan tersebut dengan mengalokasikan bantuan sebesar Rp20 juta sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pembinaan atlet otomotif di daerah.
"Kami melihat kegiatan ini sebagai sarana yang baik bagi anak-anak muda yang memiliki hobi otomotif. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi memberikan dukungan sebesar Rp20 juta untuk menyukseskan kegiatan ini. Harapan kami, melalui Drag Bike ini balap liar dapat diminimalisir dan dialihkan menjadi kegiatan yang lebih positif, aman, dan berprestasi. Selamat Hari Bhayangkara kepada jajaran Polres Kuantan Singingi, semoga semakin dekat dengan masyarakat," ujar Azhar.
Sementara itu, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana mengatakan kejuaraan Drag Bike HUT Bhayangkara bukan sekadar ajang adu kecepatan, tetapi juga menjadi media edukasi tentang keselamatan berlalu lintas serta pentingnya menyalurkan hobi balap melalui kompetisi yang legal dan memenuhi standar keamanan.
Menurutnya, momentum Hari Bhayangkara menjadi kesempatan untuk mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, komunitas otomotif, dan masyarakat dalam membangun budaya berkendara yang tertib dan bertanggung jawab.
"Momentum Hari Bhayangkara ini kami jadikan sebagai ajang mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, komunitas otomotif, dan masyarakat. Kami berharap para pembalap menjunjung tinggi sportivitas serta selalu mengutamakan keselamatan selama bertanding," ungkap Kapolres.
Ketua IMI Kuansing Fedrios Gusni mengungkapkan tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa olahraga otomotif di Kuantan Singingi terus berkembang. Kehadiran pembalap dari sejumlah provinsi, menurutnya, menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap Kuansing sebagai penyelenggara event otomotif tingkat regional.
"Alhamdulillah, hingga penutupan pendaftaran tercatat sebanyak 700 starter yang ikut ambil bagian. Tidak hanya dari Kuansing dan Riau, peserta juga datang dari Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Jambi. Ini menjadi kebanggaan bagi Kuansing karena mampu menjadi tuan rumah event otomotif yang berskala regional," katanya.
Melalui penyelenggaraan Kejuaraan Drag Bike HUT Bhayangkara ini, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi berharap lahir lebih banyak pembalap muda berbakat yang mampu berprestasi di tingkat regional maupun nasional. Di sisi lain, kegiatan ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengurangi praktik balap liar, memperkuat budaya keselamatan berkendara, serta meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah, Polri, IMI, dan komunitas otomotif dalam membangun ekosistem olahraga otomotif yang sehat, aman, dan profesional. (*)

