Foto Heboh Perwira Polda Riau dan Pengusaha Pembakar Lahan Berawal dari Sini!

KONGKOW Foto Diduga Petinggi Kepolisian sedang Kongkow bersama Bos Perusahaan yang lahannya terbakar (rilis)
Beritariau.com, Pekanbaru - Akhir-akhir ini, media massa dan media sosial di Riau heboh dengan kemunculan foto sejumlah perwira menengah berpangkat Komisaris Besar di lingkungan Polda Riau dan Paminal Mabes Polri bersama bos perusahaan pembakar lahan. Lalu sebenarnya, dari mana awal munculnya foto tersebut?
Ternyata, foto yang menyebar ke media sosial dan berawal dari postingan di Path Kapolresta Pekanbaru, Kombes Toni Hermawan.
Dalam foto tersebut terdapat beberapa sejumlah perwira menengah Polda Riau. Mereka yaitu, Kombes Toni Hermawan, Kombes Surawan, Dir Reskrimsus Polda Riau Kombes Rivai Sinambela dan perwira Paminal Mabes Polri Kombes Hendra.
Namun yang menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, selain para perwira itu, ada juga para kalangan pengusaha yang ikut berfoto, yakni Anton Yan bos PT APSL, pemilik Hotel Grand Central Masli alias Ahan, serta seorang pengusaha Show room.
Belakangan diketahui bahwa Path milik Kapolresta Pekanbaru Kombes Toni Hermawan saat ini sudah tidak aktif lagi. Pihak kepolisian juga tak menampik postingan foto itu berawal dari Path miliknya yang diduga diambil oleh orang yang belum diketahui sampai saat ini.
"Kebetulan, yang upload foto itu (ke Path) rekan kami (Kombes Toni Hermawan)," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Surawan, Jumat (2/9/2016).
Foto itu pun menjadi tudingan terhadap para perwira tersebut dan dikaitkan dengan penerbitan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3), terhadap 15 perusahaan pada tahun 2015 lalu. Sebab, di lahan PT APSL, beberapa waktu diduga terjadi kebakaran hutan dan lahan.
"Perusahan itu (PT APSL) tidak ada masuk dalam daftar perusahaan yang di SP3. Jadi foto itu, tidak ada hubungannya dengan penanganan kasus, hanya kebetulan saja berada di lokasi yang sama namun beda meja," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, membantah tudingan yang beredar.
Sementara itu, Kombes Pol Surawan yang ikut dalam foto tersebut tak menampik adanya pertemuan antara dia dengan perwira Mabes Polri itu dan bersama pengusaha Hotel serta pengusaha sawit. Namun situasi dalam foto itu menurutnya merupakan suatu kebetulan.
"Soal kaitan dengan SP3 itu tidak benar karena kami tidak kenal dengan pengusaha sawit itu. Malam itu kami tim gabungan antara Propam Mabes dan Ditreskrimum membahas kasus yang di Meranti berdarah," ujar Kombes Surawan.
"Saat kami lagi ngobrol, datang rombongan pengusaha. Ada pengelola hotel dan juga pihak yang disebut pengusaha sawit dan kami tidak kenal dengan pengusaha perkebunan itu," kata Surawan.
Surawan mengakui dia hanya kenal dengan seorang pengusaha hotel (Masli), dan tidak kenal dengan orang yang disebut-sebut pengusaha perkebunan kelapa sawit yang disangkakan bermasalah tersebut (Anton Yan).
"Karena kami kenal dengan pengelola hotel, kami bertemu dan pemilik hotel minta foto bersama. Itu yang menfoto anggota saya," ucap Surawan.
Bahkan, kata Surawan, pertemuan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah pengelola hotel dan teman-temannya minta foto bersama, rombongan mereka pun langsung pisah meja. Bahkan, teman dari pengelola hotel yang disebut merupakan pengusaha sawit itu, pun meninggalkan meja para perwira
"Setelah itu rombongan mereka pergi, kami kembali membahas pembicaraan soal bentrokan di Meranti," ujar Surawan. [red]

