Dituding Konkow Bareng Pimpinan PT APSL, ini Bantahan Polda Riau!

Dituding Konkow Bareng Pimpinan PT APSL, ini Bantahan Polda Riau!

KONGKOW Foto Diduga Petinggi Kepolisian sedang Kongkow bersama Bos Perusahaan yang lahannya terbakar

Beritariau.com, Pekanbaru - Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau membantah keras mengenai heboh foto pertemuan pejabat polda dengan beberapa pimpinan perusahaan, termasuk PT APSL di Lounge Hotel Grand Central.

Bantahan disampaikan dua petinggi Mapolda yakni Kombes Surawan dab Kombes Tony Hermawan di hadapan sejumlah wartawan. Menurut Kombes Surawan, pada Ahad (28/8/2016) malam itu, ia memang mengadakan pertemuan dengan Kasubdit II dan III Ditkrimum serta Kombes Hendra.

Pertemuan itu untuk membahas kasus yang melibatkan oknum Polres Meranti, saat penangkapan Apriadi Pratama, honorer Dispenda Meranti. Kombes Hendra merupakan satu angkatan dengannya dan kebetulan menginap di hotel tersebut.

"Jadi tidak benar kita 'konkow-konkow, melainkan dalam rangka tugas. Karena sedang melakukan anev," papar Surawan.

Di saat bersamaan, ada beberapa pengusaha elektronik, hotel, dan pemilik kebun kelapa sawit di meja lain.

"Karena saling mengenal, kami mendekat, dan mereka meminta berfoto. Setelah berfoto bersama, kita langsung pindah meja," jelas Surawan.

Hal senada juga dipaparkan Kombes Tony Hermawan. Ia mengaku kehadirannya di sana karena Hotel Grand Central ini berada di wilayah Kota Pekanbaru dan menjadi tuan rumah bagi Kombes Hendra yang merupakan kawan leting dan tetangga di Bandung.

Tony juga menampik, bahwa minuman yang ada di meja tersebut bukanlah di meja pertemuan para pejabat Polda. Atas tudingan ini, Kabid Propam Polda Riau AKBP Pitoyo Agung menjelaskan, nantinya pihaknya akan mengumpulkan bukti keterangan saksi dan menyimpulkan keterangannya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK MM menyatakan bahwa tudingan tidak beralasan. Karena, foto itu dikaitkan dengan kasus yang di-peti es-kan, sedangkan PT APSL tidak termasuk dalam kasus yang di SP3 tersebut.

Karena itu, pihak polda minta kepada wartawan untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum memunculkan pemberitaan. Karena pemberitaan yang muncul ini, dapat mencoreng citra Kepolisian Indonesia (Polri). [red]

 

Tags :# daerah