Mahasiswa & Aktivis Lingkungan Kecam Polda Riau
Heboh!! Beredar foto Kongkow diduga petinggi Polri bareng Bos perusahaan yang lahannya terbakar

KONGKOW : Foto Diduga Petinggi Kepolisian sedang Kongkow bersama Bos Perusahaan yang lahannya terbakar | Rilis
Beritariau.com, Pekanbaru - Ditengah Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) baik Tim Darat dan Udara berjibaku memadamkan api, kabar tak sedap muncul dari Tim Penegakan Hukum (Gakkum).
Sebuah foto mengejutkan, Kamis (01/09/16) malam, dirilis oleh Mahasiswa dan sejumlah Aktivis Lingkungan di Riau yang diberi label "Petinggi Polisi sedang kongkow-kongkow dengan Bos PT Pembakar Lahan" ke media.
Foto ini memuat sorang sedang berpose foto bareng menghadap kamera sambil tersenyum. Sebanyak 10 orang tampil dalam foto itu. Disebutkan, 3 diantaranya merupakan petinggi kepolisian dan seorang diantaranya diduga sebagai bos salah satu perusahaan yang dalam bulan ini lahannya diduga terbakar hebat. Kecaman pun tak lupa diamanatkan dalam penyataan sikap mahasiswa dan kelompok aktivis ini.
Berikut isi lengkap penyataan sikap resmi yang diterima Kamis malam melalui surat elektronik :
"PERNYATAAN SIKAP
BEM UNIVERSITAS RIAU
BERSAMA
PUBLIK MELAWAN KARHUTLA (WALHI, BAHANA MAHASISWA UNIVERSITAS RIAU, JIKALAHARI, FITRA RIAU, LBH PEKANBARU, RIAU RESET CENTER DAN PAKAR LINGKUNGAN (Dr ELVRIADI)
"Kongkow – Kongkow Polisi dengan Pengusaha Pembakar Hutan dan Lahan"
Hidup Mahasiswa!!!
Hidup Rakyat Indonesia!!!
Pekanbaru, 1 September 2016 - Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau seharusnya fokus mendalami kasus pembakaran hutan dan lahan di Riau yang telah meresahkan masyarakat Riau selama 19 tahun ini. Dalam menjalani tugas dan fungsinya Polda Riau seharusnya menjunjung tinggi etika dalam Institusi Kepolisian, bukan melakukan tindakan yang mempermalukannya.
Foto ini beredar di media sosial, diduga ini foto Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Toni Hermawan, Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Rifai Sinambela, Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Surawan, dan beberapa Polisi dijajaran Polda Riau lainnya “kongkow-kongkow” bersama BOS PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) yang saat ini lahannya terbakar hebat di kabupaten Rohil dan Rohul.
Foto tersebut memunculkan dugaan bahawa ada permainan dari kongkow-kongkow tersebut antara aparat penegak hukum dengan pihak perusahaan. Temasuk dibalik penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan/Penyelidikan (SP3) terhadap 15 Perusahaan yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan di Riau tahun 2015 lalu.
Jelas bahwa munculnya foto tersebut telah melukai 6 juta Rakyat Riau korban asap, khususnya 300 Kepala keluarga di Kabupaten Rohul dan Rohil yang harus mengungsi karena asap dari kebakaran yang terjadi di lahan PT APSL.
Kami merasa bahwa kongow – kongow yang dilakukan polda Riau ini bersama Pengusaha PT. APSL untuk mengamankan posisi perusahaan terkait Permasalahan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau. Atas dasar kekcewaan dan duka Rakyat Riau, Maka Kami BEM Universitas Riau menuntut dengan tegas :
- Menuntut Presiden Jokowi segera bentuk tim Independen untuk menyelidiki penerbitan SP 3 15 Perusahaan Pembakar Hutan dan Lahan di Riau yang kami nilai sangat tidak layak.
- Menuntut Kapolri Copot Aparat Polda yang terlihat di foto yang sedang kongkow – kongkow bersama Bos PT APSL.
- Menuntut Kapolri copot Kapolda Riau selaku orang yang bertanggung jawan dalam hal ini kami nilai sangat tidak tidak optimal dalam menjalankan tugasnya.
- Jika dalam waktu dekat tuntutan dari BEM Universitas Riau tidak di penuhin dalam waktu 3 Hari maka kami akan melaksanakan Aksi Massa untuk menuntut hal sebagaimana dimaksud." [rilis]

