Pembunuh Polisi Tewas, Meranti Rusuh
Pemakaman korban kerusuhan di Meranti, Kapolda Riau ikut angkat keranda jenazah

ANGKAT KERANDA : Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto Ikut Mengangkat Keranda Jenazah Isrusli, Korban Tewas Saat Kerusuhan di Mapolres Meranti | Istimewa
Beritariau.com, Meranti - Kapolda Riau Brigjend Pol Supriyanto mendadak ikut mengangat keranda jenazah Isrusli, warga korban tewas kerusuhan di Mapolres Meranti. Supriyanto mengangkat di bagian kanan depan keranda, warga yang menjadi korban saat penyerangan.
Jenazah Isrusli dimakamkan ke TPU jalan Pemuda Setia, desa Banglas kecamatan Tebing Tinggi kabupaten Kep Meranti, Jumat (26/08/16).
Di barisan belakang Brigjend Supriyanto, diikuti pula oleh Irwasda Polda Kombes Achmad Nurda Alamsyah pada Sedangkan di bagian kiri depan keranda, terlihat Kanit Jatanras Polda Kompol Yohanes, sembari melantunkan takbir dari bibir mereka, hingga sampai ke pemakaman Isrusli.
Isak tangis pun pecah di lokasi pemakaman seiring jenazah dikuburkan. Asisten Kapolri Bidang Operasi (AsOps) Irjen Unggung Cahyono juga hadir dalam prosesi pemakaman Isrusli tersebut.
Menurut kepolisian, Isrusli meninggal dunia saat unjuk rasa ratusan warga di Mapolres Kep Meranti lantaran terkena lemparan batu. Namun kepastian tersebut masih diselidiki Propam Polda Riau.
"Ada 15 orang personil Polres Kep Meranti yang diperiksa terkait prosedur penangkapan, juga terkait pelemparan batu di Mapolres," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo.
Sementara untuk jenazah Apriadi Pratama hingga kini belum dimakamkan, lantaran harus melewati proses visum kepolisian. Pegawai honor Dispenda Kepulauan Meranti ini meninggal dunia setelah ditangkap dan ditembak pada kedua kakinya.
Hal itu yang membuat polisi untuk melakukan visum. Bentrokan di Polres Kep Meranti, Kamis (25/08/16) kemarin dipicu lantaran masyarakat tak terima terkait kematian pegawai Honor Dispenda Pemkab Kep Meranti, Apriadi, usai ditembak dua kali di kakinya.
Ia ditangkap dan ditembak lantaran terlibat perkelahian dengan Brigadir Adil S Tambunan di parkiran hotel Furama. Keduanya diketahui ribut hanya gara-gara seorang wanita.
Brigadir Adil tewas di tempat setelah ditikam berkali-kali oleh Apriadi. Sedangkan Apriadi tewas setelah di tembak polisi beberapa jam usai proses penangkapan. [red]

