Kawasan Lahan Gambut

Lahannya terbakar, Polisi selidiki PT APSL & PT BDB di Rokan Hulu

Lahannya terbakar, Polisi selidiki PT APSL & PT BDB di Rokan Hulu

FOTO : Titik Panas Karlahut Tanggal 18 hingga 24 Agustus Terpantau Citra Satelit Terra Aqua Modis | Jikalahari

Beritariau.com, Pekanbaru - Sejumlah perusahaan perkebunan di Provinsi Riau tengah diusut Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau karena diduga sengaja membakar. Sejumlah alat bukti tengah dikumpulkan penyidik untuk mematangkan pengusutan supaya tidak ada lagi SP3.

Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Rivai Sinambela membeberkan, ada 2 perusahaan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang masuk dalam penyelidikan pihaknya. Dua perusahaan ini terdapat titik api dan sudah melahap sekitar 220 hektar lahan.

"Dua perusahaan di Rokan Hulu tengah dalam penyelidikan. Dimatangkan alat bukti atau penyelidikannya terlebih dahulu. Kita tidak ingin seperti tahun 2015, menimbulkan SP3," tegas Rivai dalam siaran pers, Jumat (26/08/16) di kantornya.

Perusahaan dimaksud adalah PT APSL di Kecamatan Bonai Darussalam dan PT BDB. Perusahaan pertama terdapat titik api dan disebut telah melahap sekitar 200 hektar lahan operasinya. ‎Sementara perusahaan kedua terdapat 20 hektar lahan.

Untuk mengusut perusahaan tersebut, Rivai juga melibatkan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) di Polres Rohul. Polda Riau juga mengirimkan beberapa penyidik untuk mengumpulkan alat bukti.

"Di Rokan Hulu kita kerahkan Kasat Reserse Kriminal dibantu Polda Riau. Setelah itu akan kita ambil alih," tegas Rivai.

Rivai berjanji pengusutan perusahaan dizamannya menjabat tidak akan mengecewakan masyarakat. Dia tidak ingin ada SP3 lagi, terutama terkait kasus pembakaran lahan. Disamping itu, mantan Direktur Reskrimum Polda Riau ini juga berjanji akan menyelidiki kebakaran di lokasi perusahaan, tempat Praka Wahyudi meninggal dunia.

"Saat ini, diduga memang areal perusahaan. Untuk memastikan, harus dipanggil saksi ahli untuk memetakan areal yang dimaksud," kata Rivai.

Sebelumnya, Plt Bupati Rokan Hulu (Rohul) Sukiman menyatakan pihaknya secara penuh menyerahkan proses hukum Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) yang sudah melumat ratusan hektar lahan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Pasalnya, lebih dari 350 hektar lahan gambut yang di Kecamatan Bonai Darussalam. Dimana, sebagian besar berada di areal PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) dan PT Bina Daya Bentala (BDB) dan sebagian lainnya milik masyarakat.

"Permasalahan kebakaran lahan kita serahkan ke pihak kepolisian, untuk penyelidikan dan proses hukumnya," kata Sukiman menjawab pertanyaan wartawan usai kegiatan coffe morning dengan Ormas, OKP, LSM dan organisasi wartawan, di aula lantai 3 kantor Bupati Rohul, Selasa (23/08/16).

Tahun ini, sejak Riau kembali dilanda kebakaran hutan dan lahan, sudah ada 3.000 hektar lahan yang dilalap api. Jumlah itu tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Bumi Lancang Kuning.

Dari jumlah itu, Polda Riau beserta Polres jajaran sudah memasang garis polisi di 400 hektar lahan. Selain police line, polisi juga memasang plang yang menyatakan lahan dimaksud tengah dalam penyelidikan.

Menurut Kabid Humas Polda Riau Guntur Aryo Tejo SIK, lahan yang disegel itu merupakan milik perorangan. Sebagian besar sudah ada yang diproses dan sebagiannya lagi masih dicari keberadaan pemiliknya.

Di samping itu, agar lahan yang sudah terbakar tidak digarap dan ditanami sawit, Polda Riau menempatkan personel Brimob dan Sabhara dari masing-masing polres yang ada.

"Personel yang ditempatkan itu juga membantu memadamkan serta menjaga api tak muncul kembali," tutur Guntur.

"Dan sejauh ini, sudah ada 85 tersangka perorangan pembakar lahan yang sudah ditetapkan. Jumlah itu terdiri dari 67 laporan polisi. 47 di antaranya sidah P21 atau lengkap, sisanya proses penyidikan dan penyelidikan," kata Guntur.‎ [red]‎