Pembunuh Polisi Tewas, Meranti Rusuh

Kapolda Riau datangi rumah korban tewas kerusuhan, Meranti mulai kondusif

Kapolda Riau datangi rumah korban tewas kerusuhan, Meranti mulai kondusif

Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto

Beritariau.com, Pekanbaru - Pasca serangan ratusan warga ke Mapolres Kepulauan Meranti Kamis (25/08/16) kemarin, Kapolda Riau Brigjend Pol Supriyanto langsung turun ke lokasi dari Pekanbaru menggunakan speed Boath dengan perjalanan 3 jam. ‎Supriyanto bergegas ke rumah duka warga yang menjadi korban penangkapan polisi Apriadi Pratama (24) Jumat (26/08/16) dinihari sekitar pukul 00.30 wib.

"Saat ini situasi sudah kondusif, ini kami lagi berkumpul dengan tokoh masyarakat," ujar Supriyanto.

Di lokasi,  tidak terlihat adanya potensi gerakan dari masyarakat. Supriyanto berjani akan menindak tegas anggotanya yang menjadi pemicu kemarahan warga Kepulauan Meranti.

"Percayalah, siapapun yang melanggar akan kami tindak tegas, ini komitmen kepolisian," ucap Supriyanto.

Perwira Tinggi jebolan Akademi kepolisian tahun 1986 ini meminta kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga ketertiban dan keamanan serta menahan diri agar tidak terprovokasi.

"Jangan ada lagi anarkis, apalagi kerusuhan. Sesuai ketentuan, siapa pun orangnya, kalau terbukti bersalah, kita hukum, termasuk anggota kita," jelas Supriyanto.

Supriyanto juga mendatangkan Dokter Forensik kepolisian untuk menyelidiki penyebab kematian Apriadi saat penangkapan yang dilakukan Satreskrim Polres Kep Meranti.

"Kita datangkan secepat mungkin, pakai helikopter agar prosesnya cepat selesai," katanya.

Untuk menindak tegas anggota polisi jika terdapat kesalahan prosedur dalam penangkapan, Supriyanto sudah terlebih dahulu mengutus Kabid Propam Polda Riau AKBP Pitoyo Agung Yuwono.

"Terkait dugaan pelanggaran prosedur internal kita dalami, tim dari Propam Polda sudah bekerja melakukan pemeriksaan," tegas Supriyanto.

Bentrokan di Polres Kep Meranti, Kamis kemarin dipicu lantaran masyarakat tak terima terkait kematian pegawai Honor Dispenda Pemkab Kep Meranti, Apriadi, usai ditembak dua kali di kakinya.

Ia ditangkap dan ditembak lantaran terlibat perkelahian dengan Brigadir Adil S Tambunan di parkiran hotel Furama. Keduanya diketahui ribuk hanya gara-gara seorang wanita.

Brigadir Adil tewas di tempat setelah ditikam berkali-kali oleh pelaku. Sedangkan Apriadi tewas setelah di tembak polisi usai proses penangkapan. [red]‎