Lahan 8 Perusahaan yang di SP3 kan Terbakar Lagi

Gara-gara SP3 15 perusahaan, Komisi III DPR RI sepakat bentuk Panja Karlahut

Gara-gara SP3 15 perusahaan, Komisi III DPR RI sepakat bentuk Panja Karlahut

FOTO : Titik Panas Karlahut Tanggal 18 hingga 24 Agustus Terpantau Citra Satelit Terra Aqua Modis | Jikalahari

Beritariau.com, Pekanbaru - Komisi III DPR RI, sepakat membentuk Panitia Kerja (Panja) Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut). Panja tersebut dibentuk menyusul wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Karhutla. Panja ini, nantinya akan mengupas persoalan hukum yang terjadi dalam peristiwa karlahut.

Pembentukan panja ini, menurut Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini, didasari atas kecurigaan Komisi III atas terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap 15 perusahaan yang disangkakan melakukan pembakaran lahan.

"Iya, kami (Komisi III) sudah sepakat membentuk Panja dahulu dalam rapat pleno komisi III. Soal Pansus, nanti akan berkembang dalam rapat panja itu," kata anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu, via sambungan seluler ke Beritariau.com, Selasa (23/08/16) malam.

Katanya, Panja itu nantinya, akan memiliki struktur yang tertib dalam bekerja. Masinton mengakui, pihaknya sangat curiga dengan keluarnya SP3 oleh Polda Riau tersebut.

Ia bahkan mengaku kaget mendengar bahwa di areal 8 perusahaan yang di SP3 kan itu, terjadi lagi kebakaran berdasarkan temuan titik panas yang terpantau oleh Citra Satelit Modis Terra Aqua.

"Nah, ini makin membuat kami yakin. Ada 'sesuatu' dibalik SP3 itu," ungkapnya.

‎Diketahui, total 632 titik api tersebar di Riau selama 2 pekan. Sebanyak 267 titik berada di areal sekitar 45 perusahaan HTI dan Perkebunan. 8 diantaranya, beber Made Ali, merupakan perusahaan yang di SP3 kan Polda Riau.

Kedelapan perusahaan itu yakni PT Dexter Perkasa Industri Indonesia sebanyak 1 titik, PT Siak Raya Timber 1 titik, PT Bina Duta Laksana 1 titik, PT Perawang Sukses Perkasa Industri 1 titik, PT Ruas Utama Jaya 2 titik, PT Huta Sola Lestari 3 titik, PT Suntara Gajah Pati 3 titik dan terbanyak PT Sumatera Riang Lestari dengan total 13 titik.

Sementara itu, dalam karlahut yang terjadi sejak Januari hingga Agustus 2016 ini, Polda Riau menangani sebanyak 67 laporan baik dan telah menetapkan 85 orang tersangka perorangan. Dan, belum ada satupun tersangka dari pihak perusahaan atau kooporasi.

"Ya benar. Kita menetapkan 85 tersangka perorangan. Belum ada dari koorporasi," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Senin (22/08/16) siang.

Diungkapkannya, jumlah yang ditetapkan dari masing-masing Polres itu, bertambah 6 orang dari sebelumnya sebanyak 79 tersangka.

Bahkan, akibat maraknya karlahut dalam 2 pekan terakhir, Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto pun terjun langsung bahkan bermalam di daerah lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman. Jutaan liter bom air dari Heli Satgas Udara TNI AU telah ditumpahkan untuk membantu puluhan pasukan Brimob dan TNI di lokasi terjadinya kebakaran. [red]