Piala Dunia 2026

Tanjung Verde Ukir Sejarah, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 pada Debut Perdana

Tanjung Verde Ukir Sejarah, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 pada Debut Perdana

Duel udara Pico Lopes dan Salem Al Dawsari dalam laga Tanjung Verde vs Arab Saudi di Grup H Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026). (c) AP Photo/Ashley Landis

Beritariau.com -- Timnas Tanjung Verde mencatat sejarah manis pada penampilan perdananya di Piala Dunia 2026. Hasil imbang tanpa gol melawan Arab Saudi di Houston Stadium, Sabtu (27/6/2026) pagi WIB, sudah cukup mengantarkan Blue Sharks melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup H.

Tambahan satu poin membuat wakil Afrika tersebut mengakhiri fase grup di posisi kedua klasemen dan memastikan tiket ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Sementara itu, Arab Saudi harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen setelah gagal meraih kemenangan yang menjadi syarat mutlak untuk menjaga asa lolos.

Pertandingan berlangsung dengan tempo sedang dan cenderung hati-hati sejak menit awal. Kedua tim tampil disiplin dalam bertahan sehingga peluang berbahaya sulit tercipta pada 15 menit pertama.

Tanjung Verde mulai memberikan ancaman pada pertengahan babak pertama. Willy Semedo melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang memaksa kiper Arab Saudi, Mohammed Al-Owais, melakukan penyelamatan gemilang dan menghalau bola menjadi sepak pojok.

Beberapa menit kemudian, Semedo kembali mendapatkan peluang emas. Memanfaatkan bola liar hasil umpan silang, ia melepaskan tendangan voli, namun arah bola masih melenceng dari sasaran.

Hingga turun minum, skor imbang 0-0 tetap bertahan.

Di pertandingan lain Grup H, Spanyol unggul atas Uruguay. Hasil tersebut membuat Tanjung Verde berada di jalur yang tepat untuk mengamankan posisi kedua klasemen.

Memasuki babak kedua, Tanjung Verde tampil lebih percaya diri. Kombinasi umpan-umpan cepat mampu membuka ruang bagi Jamiro Monteiro yang memperoleh peluang terbaik timnya dalam pertandingan ini.

Sayangnya, penyelesaian akhir Monteiro masih terlalu lemah sehingga dengan mudah diamankan oleh Al-Owais.

Di sisi lain, Arab Saudi kesulitan membongkar pertahanan disiplin yang diperagakan para pemain Tanjung Verde. Sejumlah serangan yang dibangun Green Falcons selalu kandas sebelum mampu memberikan ancaman serius ke gawang lawan.

Menjelang akhir pertandingan, Tanjung Verde bahkan hampir mencuri kemenangan. Sundulan Nuno da Costa pada kesempatan terakhir laga hanya melebar tipis di sisi gawang Arab Saudi.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tidak berubah.

Meski gagal mencetak gol, hasil tersebut sudah cukup bagi Tanjung Verde untuk menorehkan sejarah besar. Mereka menutup fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan dan mencatatkan clean sheet kedua di turnamen.

Blue Sharks juga menjadi negara Afrika ketiga yang berhasil lolos dari fase grup pada penampilan debut di Piala Dunia tanpa pernah mengalami kekalahan.

Sebagai hadiah atas pencapaian bersejarah tersebut, Tanjung Verde akan menghadapi juara bertahan, Timnas Argentina, pada babak 32 besar di Miami. Laga tersebut menjadi tantangan besar sekaligus peluang bagi Blue Sharks untuk kembali menciptakan kejutan di panggung sepak bola dunia. (*)