Piala Dunia 2026
Gol Menit 90+8 Bikin Amerika Serikat Tersungkur, Turki Menang Dramatis 3-2

Pemain Turki merayakan gol ke gawang Amerika Serikat pada matchday ketiga Grup D Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Gregory Bull
Beritariau.com -- Timnas Turki menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis setelah menundukkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor 3-2 pada laga terakhir Grup D di Los Angeles Stadium, Jumat (26/6/2026) pagi WIB. Gol Kaan Ayhan pada masa injury time menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh drama.
Meski meraih tiga poin, kemenangan tersebut belum cukup untuk mengantarkan Turki ke babak 32 besar. Tim berjuluk Crescent-Stars harus puas finis di dasar klasemen Grup D dengan tiga poin. Sebaliknya, Amerika Serikat tetap melaju ke fase gugur sebagai juara grup dengan koleksi enam poin.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit pertama. Didukung puluhan ribu pendukungnya, Amerika Serikat langsung menekan pertahanan Turki dan berhasil membuka keunggulan saat laga baru berjalan tiga menit.
Gol cepat itu berawal dari situasi sepak pojok yang dilepaskan Sebastian Berhalter. Bola berhasil disambut Auston Trusty dengan sundulan keras yang tak mampu diantisipasi kiper Ugurcan Cakir. Amerika Serikat unggul 1-0 dan membuat para pendukung tuan rumah bersorak.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Turki merespons dengan permainan yang lebih agresif dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-10. Arda Guler menjadi motor serangan dengan membangun kerja sama apik bersama Alper Yilmaz sebelum mengirim bola yang berhasil dikonversi menjadi gol penyeimbang.
Setelah gol tersebut, Turki tampil semakin percaya diri. Mereka mampu mengimbangi permainan Amerika Serikat dan bahkan lebih dominan dalam penguasaan bola. Serangan demi serangan terus dilancarkan ke pertahanan tim tuan rumah.
Upaya Turki akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-31. Berawal dari pergerakan Eren Elmali di sisi kiri, bola dikirim ke dalam kotak penalti dan berhasil disambut Orkun Kokcu dengan penyelesaian yang tak mampu dihentikan Matt Turner. Turki berbalik unggul 2-1.
Amerika Serikat berusaha bangkit sebelum turun minum, namun sejumlah peluang yang diciptakan gagal membuahkan hasil. Skor 2-1 untuk keunggulan Turki bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Amerika Serikat tampil lebih menyerang. Hanya empat menit setelah kick-off babak kedua, tim asuhan Mauricio Pochettino berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Gol tersebut lahir dari situasi lemparan ke dalam yang dilakukan Mark McKenzie. Bola liar di depan kotak penalti langsung disambar Sebastian Berhalter dengan tendangan keras yang menghujam gawang Turki.
Setelah skor kembali imbang, pertandingan berjalan semakin terbuka. Pochettino memasukkan sejumlah pemain andalan, termasuk Christian Pulisic, Sergino Dest, Alex Zendejas, dan Alex Freeman untuk meningkatkan daya gedor timnya.
Amerika Serikat beberapa kali mengancam gawang Turki. Salah satu peluang terbaik didapat Christian Pulisic pada menit ke-64, namun sepakannya berhasil ditepis dengan gemilang oleh Ugurcan Cakir.
Di sisi lain, Turki juga terus memberikan ancaman. Kenan Yildiz hampir membawa timnya kembali unggul pada menit ke-72, tetapi tendangan melengkungnya masih tipis di sisi gawang Matt Turner.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, drama terjadi pada masa injury time. Pada menit ke-90+8, Arda Guler melakukan pergerakan cerdas di sisi lapangan sebelum mengalirkan bola ke dalam kotak penalti. Serangan tersebut berujung pada sepakan Kaan Ayhan yang bersarang di gawang Amerika Serikat.
Gol itu langsung disambut sukacita oleh para pemain dan pendukung Turki. Skor berubah menjadi 3-2 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini menjadi penutup manis bagi Turki meski gagal melaju ke fase gugur. Sementara bagi Amerika Serikat, kekalahan tersebut tidak mengubah posisi mereka sebagai juara Grup D dan tetap melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. (*)

