UMRI dan Mitra Internasional Luncurkan IIIAS

UMRI dan Mitra Internasional Luncurkan IIIAS

Beritariau.com, Somalia -- Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bersama Hormuud University, Somalia, dan Universitas Islam Riau (UIR) resmi meluncurkan International Institute of Indonesian and African Studies (IIIAS) pada Senin (22/6/2026) di Jazeera Hotel, Somalia. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama internasional yang bertujuan mempererat hubungan akademik, ekonomi, budaya, dan riset antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Afrika.

IIIAS didirikan sebagai lembaga internasional yang akan menjadi pusat unggulan dalam pengembangan riset, pendidikan pascasarjana, dialog kebijakan, serta penguatan kepemimpinan antara Asia Tenggara dan Afrika, khususnya kawasan ASEAN dan Afrika Timur.

Kehadiran lembaga ini diharapkan mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan kedua kawasan yang telah lama terhubung melalui sejarah perdagangan, pertukaran budaya, dan nilai-nilai keagamaan.

Peresmian IIIAS dilakukan langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kenya merangkap Somalia, H.E. T.B.H. Witjaksono Adji. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendirian IIIAS merupakan langkah strategis dalam memperkuat kerja sama lintas kawasan.

"Lembaga ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat kerja sama akademik, budaya, ekonomi, dan riset antara Indonesia dan Afrika. IIIAS akan menjadi jembatan yang menghubungkan dua kawasan yang dinamis ini," ujarnya.

Sementara itu, Vice Chancellor Hormuud University, Prof. Dr. Abdi Omar Shuriye, menyampaikan bahwa kehadiran IIIAS merupakan langkah visioner yang akan meningkatkan daya saing institusinya di tingkat global.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperluas kapasitas pendidikan dan riset, sekaligus membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas bagi sivitas akademika dan generasi mendatang.

Di tempat terpisah, Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, MA, menegaskan bahwa IIIAS memiliki peran strategis sebagai penghubung peradaban sekaligus motor penggerak kemajuan bersama antara Indonesia dan Afrika.

Ia mengatakan, UMRI berkomitmen melahirkan lulusan yang unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap berlandaskan keimanan, akhlak mulia, dan karakter yang kuat. Kehadiran IIIAS menjadi salah satu instrumen nyata dalam mewujudkan komitmen tersebut melalui penguatan kolaborasi internasional.

“IIIAS bukan sekadar bentuk kerja sama akademik, melainkan langkah strategis dalam membangun kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Afrika melalui riset bersama, program pendidikan, penguatan jejaring kebijakan, serta kolaborasi di bidang ekonomi dan bisnis,” ujar Saidul Amin.

Ia menambahkan, kemitraan tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua kawasan sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia dalam jejaring akademik global.

Melalui berbagai program unggulan, seperti pendidikan magister dan doktor, riset kolaboratif, forum kebijakan, pelatihan eksekutif, hingga pengembangan jejaring bisnis dan investasi, IIIAS diarahkan untuk menciptakan dampak luas di bidang akademik, diplomasi, ekonomi, dan kebudayaan.

Lembaga ini juga akan berperan sebagai penghubung strategis antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia dan Afrika.

Ke depan, IIIAS diharapkan berkembang menjadi pusat keunggulan global dalam kajian Indonesia-Afrika sekaligus memperkuat implementasi kerja sama South-South Cooperation yang berkelanjutan.

Inisiatif tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun masa depan yang saling terhubung melalui ilmu pengetahuan, inovasi, nilai-nilai kemanusiaan, dan kemitraan yang saling menguntungkan antara Asia Tenggara dan Afrika, khususnya kawasan Afrika Timur. (*)