Advertorial Pemkab Rokan Hilir

Pemda Rokan Hilir Terus Realisasikan Semenisasi pemukiman & bangun 26 Titik Hotmik

Pemda Rokan Hilir Terus Realisasikan Semenisasi pemukiman & bangun 26 Titik  Hotmik

SEMENISASI - Bupati Rohil H Suyatno Meninjau Proyek Semenisasi

Beritariau.com, Rohil - Guna menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) menggesa realisasi pembangunan jalan pemukiman. Namun demikian, meski kondisi alokasi APBD defisit 812 miliar, pemerintah terus berusaha mencari formula untuk tetap terus lakukan pembangunan. Melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP), pemkab Rohil akan melakukan peningkatan jalan dalam Kota Kabupaten Rohil dengan sistem Hotmix dan juga akan membangun dengan sistem rigid. Kedua kegiatan tersebut dananya bersumber dari APBN. Pernyataan itu diungkapkan Kepala DBMP Kabupaten Rohil, Jhon Syafrindow melalui Kabid Pengairan Jalan dan Jembatan, Raja Yulistri, Jumat (05/08/16) di ruang kerjanya.

"Ada sebanyak 26 nama (lokasi) jalan yang dalam Kota Bagansiapiapi yang di Hotmix," ucapnya. Dengan pagu senilai Rp14 M lebih, Raja tidak mengetahui jelas berapa KM jalan yang akan dibangun di dalam Kota Kabupaten Rohil. "Sementara pekerjaan hotmix masih dalam tahap lanjutan pekerjaan hingga kini, untuk keseluruhan berapa kilo meter, belum dapat kami terangkan saat ini," tuturnya.

Selain Hotmix, Pemkab Rohil juga membangun jalan dengan sistem rigid dua jalur dari simpang Bundaran Gong hingga depan Kantor Kotamil di Kepenghuluan Meranti Kecamatan Bangko sepanjang 4 KM, namun hingga kini belum terlaksana.

Peningkatan Jalan Ujung Tanjung

Selain itu, Jalan lintas Ujung Tanjung hingga di Tugu Gong, Bagansiapiapi akan diperbaiki pemerintah pusat seiring dengan peningkatan status jalan tersebut menjadi jalan negara. Peningkatan status jalan itu telah dituangkan dalam SK Kementerian PU. Pihak DBMP Rohil telah menyampaikan surat ke kementerian agar jalan yang merupakan tanggung jawab pusat tersebut dapat segera diperbaiki. Jhon Syafrindowu didampingi Kabid Bina Marga Budi Mulia mengatakan, peningkatan status jalan diharapkan menjadi jawaban untuk perbaikan yang lebih maksimal bila dibandingkan sebelumnya. 

Di samping itu Dinas BMP sendiri tetap menganggarkan sejumlah kegiatan pembangunan ataupun pemeliharaan jalan bertumpu pada APBD Rohil. "Cukup banyak kegiatan yang masuk ke Rohil baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten sendiri. Memang telah terjadi pengurangan anggaran di dinas karena defisit sehingga terpaksa dikurangi Rp279 miliar pada tahun ini, namun kegiatan yang prioritas tetap dijalankan,” kata mantan pejabat Pemko Batam itu.

Upaya perbaikan jalan pada tahun ini terangnya yang berupa pemeliharaan lebih kurang dianggarkan Rp20 miliar. Nantinya diarahkan terutama untuk perbaikan jalan, jembatan yang kondisinya sangat perlu diperbaiki. Selain dari kebijakan dinas, pihaknya juga akan mempertimbangkan informasi atau permintaan dari masyarakat melalui proposal perbaikan infrastruktur jalan, jembatan. "Pemeliharaan terutama karena kondisi yang sudah riskan misalnya ada di kecamatan Pujud, Pasir Limau Kapas dan lain-lain,” kata Jhon Syafrindouw.

Programkan Perbaikan Pelabuhan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) akan kembali memprogramkan Perbaikan Pelabuhan Bagansiapiapi yang terletak di jalan Pelabuhan Baru. Pasalnya, kondisi pelabuhan yang dibangun 2 tahun silam itu saat ini cukup memprihatinkan sehingga tidak bisa digunakan oleh masyarakat maupun para nelayan. "Kita akan lakukan perbaikan pelabuhan tersebut dengan meminta Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Rohil untuk memprogramkannya. Untuk sementara waktu masyarakat maupun para nelayan yang melakukan aktifitas terpaksa menumpang di pelabuhan milik pengusaha galangan kapal, Oliong yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan milik pemkab tersebut," ujar Bupati Rohil H Suyatno Amp baru-baru ini.

Rencana akan diprogramkannya perbaikan pelabuhan tersebut, dikatakan Suyatno saat bersama Wabup Rohil Drs Jamiluddin, Plt Sekdakab Rohil Drs H Surya Arfan, Para Asisten dan Instansi terkait melakukan peninjauan di lokasi pelabuhan. "Ini kondisinya sudah cukup parah dah harus secepatnya dilakukan perbaikan. Jika ini dibiarkan berlama-lama maka dikhawatirkan aktifitas para nelayan akan menjadi lumpuh," katanya. Ia juga merasa heran dengan pelabuhan milik pengusaha Galangan kapal, Oliong. Dimana pelabuhan milik tokoh masyarakat Tionghoa itu masih terlihat kokoh, padahal pelabuhan itu dibangun sudah cukup lama.

"Nah, pelabuhan milik kita (pemkab-red) baru 2 tahun dibangun sudah roboh dan tidak bisa lagi difungsikan pemakaiannya," ketus Suyatno. Diakuinya, Negeri julukan seribu kubah ini memang telah memiliki pelabuhan bertaraf internasional yang dibangun oleh pemerintah pusat di areal pusat perkantoran, Batu empat, Bagansiapiapi.

Namun, Pelabuhan aset milik pemkab rohil juga harus diperbaiki agar para nelayan mudah melakukan bongkar muat hasil tangkapannya. Kerusakan Pelabuhan Bagan Siapiapi itu katanya terjadi karena hempasan ombak air pasang surut yang terjadi tiga kali dalam sehari. "Nah, dengan gelombang yang besar tentunya tiang penyangga pelabuhan dari beton tersebut menjadi patah dan mengakibatkan pelabuhan menjadi miring kearah laut," ungkapnya. [adv]

Tags :# daerah