Pembangunan Sekolah Rakyat di Kuansing Capai 62 Persen, Ditargetkan Beroperasi Juli 2026

Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Wilayah Riau Kementerian PU, Muhammad Yudi Prasetya
Beritariau.com, Pekanbaru – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Wilayah Riau. Hingga awal Juni 2026, progres pembangunan fisik proyek tersebut telah mencapai 62 persen.
Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Wilayah Riau Kementerian PU, Muhammad Yudi Prasetya, mengatakan Sekolah Rakyat ditargetkan mulai digunakan pada tahun ajaran baru 2026 yang dimulai pada Juli mendatang.
“Sekarang pengerjaan fisik sudah 62 persen dan kami menargetkan pada Juli 2026 sudah dapat difungsikan untuk proses belajar mengajar di semua jenjang pendidikan,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Untuk mencapai target tersebut, pekerjaan di lapangan difokuskan pada penyelesaian bangunan utama yang akan digunakan sebagai ruang belajar bagi siswa tingkat SD, SMP, dan SMA.
Gedung utama SD yang terdiri dari 18 ruang kelas saat ini telah memasuki tahap pemasangan atap dan hampir rampung. Sementara bangunan SMP sedang dalam proses persiapan pemasangan rangka atap, sedangkan gedung SMA telah menyelesaikan pemasangan atap dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing.
Selain ruang belajar, pembangunan sejumlah fasilitas pendukung juga terus dipercepat, di antaranya rumah ibadah, asrama putra dan putri untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, serta fasilitas dapur.
Yudi menyebutkan pihaknya bersama kontraktor pelaksana menargetkan seluruh bangunan utama untuk kegiatan belajar mengajar dapat selesai pada akhir Juni 2026.
Kompleks Sekolah Rakyat Kuansing dirancang memiliki 20 unit bangunan yang mencakup ruang belajar untuk tiga jenjang pendidikan, asrama siswa putra dan putri, asrama guru, rumah ibadah, dapur, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Dengan penyelesaian proyek yang terus dipacu, Sekolah Rakyat di Kuansing diharapkan dapat mulai menerima siswa dan menjalankan kegiatan pendidikan pada tahun ajaran baru 2026. (*)

