Kerabat Korban Minta Wakil Gubernur Riau Bertanggungjawab
Diundang Buka Puasa, Kadis PU Malah Dianiaya Dirumah Wagub Riau

Kadis PU Riau Muhammad ST Mengalami Luka di Mulut | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Peristiwa menghebohkan terjadi saat acara berbuka puasa di Rumah Dinas Wakil Gubernur (Wagub) Riau, Arsyadjuliandi Rachman di Jalan Sisingamangaraja Pekanbaru, Selasa (08/07/2014) malam. Saat acara berlangsung, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau, Muhammad ST, yang diundang pada acara itu malah dianiaya seseorang. Akibatnya, rahangnya sebelah kiri mengalami luka robek.
Informasi yang dirangkum, Muhammad yang diundang untuk menghadiri acara berbuka puasa bersama bersempena Hari Ulang Tahun Wagub Riau, Arsyadjuliandi Rahman, turut juga dihadiri Gubernur Riau H Annas Maamun. Awalnya, acara berjalan santai.
Namun, usai berbuka puasa, Muhammad ditarik oleh seseorang yang dikabarkan masih ada hubungan ikatan saudara kandung dengan Wagub Riau untuk menjauh dari kumpulan para pejabat tersebut. Muhammad pun menghampiri orang itu, selanjutnya, hanya sebentar berbicara Muhammad langsung mendapat perlakuan kasar. Bagian rahangnya dipukul cukup keras oleh orang tersebut.
Pukulan yang cukup keras membuat Muhammad terjatuh. Muhammad berusaha bangkit tapi kembali dipukul pelaku.
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, mengatakan kasus sedang diselidiki kepolisian. Berdasarkan penyelidikan sementara, diduga pelaku berinisial YR .
"Pelaku masih kita cari. Latar belakang pemukulan juga masih diselidiki," ujar Guntur.
Akibat kejadian itu, Muhammad menjalani perawatan di Ruang Cempaka Rumah Sakit Bhayangkara Jalan Kartini Pekanbaru. Hingga pukul 22.00 WIB, Asisten 2 Setdaprov Riau, Wan Amir Firdaus masih berada di rumah sakit untuk mengetahui perkembangan Muhammad.
Kepada wartawan, Wan Amir Firdaus mengatakan, Muhammad mengalami pukulan di bagian rahang. "Rahang sebelah kiri mengalami luka memar dan robek di dalam," ungkap Wan Amir Firdaus.
Pemukulan terhadap Muhammad disikapi dengan keras tokoh pemuda dan masyarakat Bengkalis, Djamhurdin dan H Usman. Pasalnya. Muhammad adalah kader dari Bengkalis.
"Kejadian ini sangat memprihatinkan karena tindakan tak terpuji. Ada indikasi, Kadis membuat prosedur yang benar tapi oknum menyatakan tidak benar," kata Djamhurdin.
Menurut Djamhurdin, pelaku masih kerabat Wagub Riau. "Kita nilai ini skenario karena usai berbuka terjadi peristiwa. Kami tak mau dirugilkan secara moral dan akan lakukan aksi. Kami minta ini diusut tuntas dan pelaku ditahan," ujar Djamhurdin.
Djamhurdin memberi waktu 1x24 jam pada kepolisian untuk mengungkap dan menahan pelaku. "Kami sebagai masyarakat Bengkalis tidak terima. Minta Wagub bertanggungjawab karena itu undangannya. Kalau tidak kami akan lakukan aksi," katanya. [pan]
Informasi yang dirangkum, Muhammad yang diundang untuk menghadiri acara berbuka puasa bersama bersempena Hari Ulang Tahun Wagub Riau, Arsyadjuliandi Rahman, turut juga dihadiri Gubernur Riau H Annas Maamun. Awalnya, acara berjalan santai.
Namun, usai berbuka puasa, Muhammad ditarik oleh seseorang yang dikabarkan masih ada hubungan ikatan saudara kandung dengan Wagub Riau untuk menjauh dari kumpulan para pejabat tersebut. Muhammad pun menghampiri orang itu, selanjutnya, hanya sebentar berbicara Muhammad langsung mendapat perlakuan kasar. Bagian rahangnya dipukul cukup keras oleh orang tersebut.
Pukulan yang cukup keras membuat Muhammad terjatuh. Muhammad berusaha bangkit tapi kembali dipukul pelaku.
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, mengatakan kasus sedang diselidiki kepolisian. Berdasarkan penyelidikan sementara, diduga pelaku berinisial YR .
"Pelaku masih kita cari. Latar belakang pemukulan juga masih diselidiki," ujar Guntur.
Akibat kejadian itu, Muhammad menjalani perawatan di Ruang Cempaka Rumah Sakit Bhayangkara Jalan Kartini Pekanbaru. Hingga pukul 22.00 WIB, Asisten 2 Setdaprov Riau, Wan Amir Firdaus masih berada di rumah sakit untuk mengetahui perkembangan Muhammad.
Kepada wartawan, Wan Amir Firdaus mengatakan, Muhammad mengalami pukulan di bagian rahang. "Rahang sebelah kiri mengalami luka memar dan robek di dalam," ungkap Wan Amir Firdaus.
Pemukulan terhadap Muhammad disikapi dengan keras tokoh pemuda dan masyarakat Bengkalis, Djamhurdin dan H Usman. Pasalnya. Muhammad adalah kader dari Bengkalis.
"Kejadian ini sangat memprihatinkan karena tindakan tak terpuji. Ada indikasi, Kadis membuat prosedur yang benar tapi oknum menyatakan tidak benar," kata Djamhurdin.
Menurut Djamhurdin, pelaku masih kerabat Wagub Riau. "Kita nilai ini skenario karena usai berbuka terjadi peristiwa. Kami tak mau dirugilkan secara moral dan akan lakukan aksi. Kami minta ini diusut tuntas dan pelaku ditahan," ujar Djamhurdin.
Djamhurdin memberi waktu 1x24 jam pada kepolisian untuk mengungkap dan menahan pelaku. "Kami sebagai masyarakat Bengkalis tidak terima. Minta Wagub bertanggungjawab karena itu undangannya. Kalau tidak kami akan lakukan aksi," katanya. [pan]

