Tak bayar hutang, pria asal Lombok disekap di Duri

ilustrasi
Beritariau.com, Bengkalis - Warga sekitar Perumahan Graha Asri II, Kelurahan Air Jamban Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, Kamis (14/07/16) malam sekitar pukul 20.00 wib, dibikin gempar setelah seorang pria bernama Afrizur (43) ditemukan disekap sebuah rumah yang belum rampung. Kedua kaki dirantai.
Rumah yang belum rampung itu diketahui milik Da. Usut punya usut, penyekapan itu dilakukan lantaran Afrizur, pria asal Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, punya utang puluhan juta.
"Saya sudah dua malam di sini dan dirantai seperti ini. Saya sempat mendapat pukulan karena punya utang,” kata Afrizur.
Terpisah, Da mengatakan bahwa tindakannya itu lantaran Afrizur tak punya itikad baik membayar utang. Berawal ketika dia berniat menambah bangunan rumahnya. Afrizur mengaku memiliki kepandaian dan menawarkan jasa.
Seiring berjalannya waktu, pekerjaan mulai dilakukan. Da pun telah pula memberikan sejumlah uang untuk berbelanja kebutuhan bahan bangunan.
Sayangnya, sejak uang diserahkan, Afrizur tiba-tiba menghilang. Lama menghilang, Afrizur baru ditemukan Da pada Rabu (13/07/16).
"Total uang yang dibawanya hampir tiga puluh juta. Takut dia kabur lagi, makanya saya rantai,” aku Da.
Apapun alasannya, warga tak peduli. Sikap Da mereka nilai tak manusiawi. Apalagi melakukan penyekapan di bangunan yang tak layak dengan kaki dirantai. Malam itu juga warga menghubungi polisi.
Tak lama setelah dihubungi, polisi datang. Da dan Afrizur dibawa untuk dimintai keterangan. Setakat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait permasalahan tersebut. [red]

