Kakanwil Kemenag Riau Buka Raker KUA, Perkuat Sinergi Menuju Layanan Berkualitas

Kakanwil Kemenag Riau Buka Raker KUA, Perkuat Sinergi Menuju Layanan Berkualitas

Beritariau.com, Pekanbaru – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau menggelar Rapat Kerja (Raker) KUA se-Provinsi Riau Tahun 2026 selama dua hari, 25–26 Februari 2026, di Hotel Pangeran Pekanbaru. Kegiatan ini mengusung tema “Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Tugas Menuju Pelayanan KUA yang Berkualitas.”

Raker secara resmi dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Riau, Muliardi. Turut hadir Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang, Kepala Kemenag Kabupaten/Kota, Kepala Seksi Bimas Islam, serta seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Muliardi menegaskan bahwa KUA merupakan ujung tombak pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan. Karena itu, dibutuhkan koordinasi dan konsolidasi yang kuat agar seluruh program dan kebijakan Kementerian Agama dapat diterjemahkan secara konkret hingga ke level pelayanan terdepan.

Ia juga menekankan pentingnya implementasi Asta Protas Kementerian Agama RI sebagai arah kebijakan dan prioritas program. Menurutnya, semangat “bergerak untuk umat” harus tercermin dalam pelayanan yang responsif, solutif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Rapat Kerja ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan menyatukan persepsi agar seluruh program dapat diimplementasikan secara optimal di setiap KUA,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Agama Islam, Muhammad Fakhri, menyampaikan bahwa Raker ini juga menjadi forum evaluasi program tahun sebelumnya sekaligus perumusan langkah strategis Tahun 2026 guna meningkatkan mutu layanan.

Selama dua hari, peserta mengikuti pemaparan materi, diskusi, serta penyusunan rencana tindak lanjut yang difokuskan pada penguatan manajemen layanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi sarana dan prasarana.

Melalui Raker ini, Kemenag Riau menargetkan terwujudnya pelayanan KUA yang semakin profesional, transparan, akuntabel, modern, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (*)