Orangtua Siswa Keluhkan Biaya Masuk di Jalur Prestasi SMAN 1 Sebesar Rp 2 Juta

ilustrasi pungli di sekolah (net)
Beritariau.com, Pangkalan Kerinci - Di tengah kondisi blacklist dari Universitas Riau (UR), SMAN 1 Pangkalan Kerinci, Pelalawan juga menghadapi kabar tak sedap terkait penerimaan siswa baru melalui jalur prestasi.
Salah satu orangtua siswa yang anaknya lolos di jalur prestasi mengeluhkan adanya pungutan paksa sebesar Rp 2 juta. Jumlah ini terasa besar dan memberatkan.
"Anak kami diterima jalur prestasi ke SMA N 1 Pangkalan Kerinci. Tapi diwajibkan harus bayar Rp 2 juta paling lambat Senin tanggal 6 Juni ini. Jika tidak bayar maka tidak diterima. Apa artinya jalur prestasi jika harus ada pungutan paksa dua juta rupiah?" beber orangtua yang tidak mau ditulis namanya itu.
Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SMA N 1 Pangkalan Kerinci Nuraida MPd, mengklarifikasi bahwa uang itu bukanlah pungutan paksa. Akan tetapi biaya tes urine, tes golongan darah, tes fisik, psikotes dan biaya pakaian anak dari penjahit.
Ia menambahkan, pungutan itu bisa saja tidak dibayarkan. Namun ia menyarankan orangtua siswa yang diterima jalur prestasi SMAN 1 Pangkalan Kerinci untuk datang agar biaya tersebut digratiskan.
"Suruh orang tuanya jumpai saya besok jam 10, bawa surat keterangan tak mampu biar kita masukkan ke full gratis," tutupnya. [fan]

