Satu keluarga di Inhil tewas tenggelam di kanal

ilustrasi
Beritariau.com, Inhil - Satu keluarga di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), ditemukan tewas tenggelam di sebuah kanal yang dalam. Peristiwa naas ini berawal ketika satu keluarga ini mencuci sayuran di tepi kanal dan terpeleset hingga tenggelam.
Kapolres Indragiri Hilir Ajun Komisaris Besar Polisi Hadi Wicaksono Sik menyebutkan, anggotanya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Sementara satu keluarga yang berjumlah tiga orang sudah diserahkan ke ahli waris untuk dimakamkan.
"Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.00 wib tadi ketika tiga korban baru pulang dari kebun," ujar Wicak, Kamis (09/06/16) melalui selulernya.
Wicak menyebutkan, tiga korban ketika pulang dari kebun langsung mencuci sayur di tepi kanal. Ketika itu, korban Puji Isono (anak) tergelincir dan langsung tenggelam.
Melihat anaknya tak bisa berenang, Suprati (istri) berusaha menolong dan langsung menceburkan diri ke kolam. Perempuan berumur 39 tahun itu ikut tenggelam dan berteriak minta tolong.
"Sang suami (Yasmin) yang mendengar teriakan langsung berlari ke kanal dan berniat menolong istri beserta anaknya. Korban Yasmin sempat memegang badan istri dan anaknya," kata Wicak.
Karena kanal terlalu dalam, satu keluarga itu tak timbul ke permukaan dan tenggelam. Beberapa saksi di lokasi tidak sempat memberi pertolongan kepada warga sekitar.
Warga kemudian melakukan pencarian. Tidak jauh dari lokasi terpeleset tadi, ketiga korban ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia.
"Ada sekitar 30 menit warga dengan peralatan seadanya menceri keberadaan korban. Ketiga jasad korban kemudian dibawa ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan medis," kata perwira menengah jebolan Akademi kepolisian tahun 1996 ini.
Setelah kejadian, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi. Selanjutnya ketiga korban diserahkan ke ahli waris untuk dikebumikan.
"Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh ketiga korban. Kejadian ini murni kecelakaan yang menyebabkan meninggal duni," pungkas Wicak. [red]

