Pakai Baju Palu Arit, Kakak-Adik di Inhil Kini Berurusan dengan Polisi

Pakai Baju Palu Arit, Kakak-Adik di Inhil Kini Berurusan dengan Polisi

Kaos bergambar palu arit

Beritariau.com, Pekanbaru - Kakak beradik asal Indragiri Hilir (Inhil) kini berurusan dengan polisi karena mengenakan kaos bergambar palu dan arit dengan warna dasar merah. Pemuda berinisial IS itu pun harus menjalani pemeriksaan intensif oleh polisi.

"Awalnya, anggota polisi di Mapolsek Kateman yang melihat IS memakai baju kaos itu langsung mengamankan dan menginterogasinya," ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP Hadi Wicaksono Sik beberapa hari yang lalu.

Saat diinterogasi, IS ngaku mendapatkan baju tersebut dari rumah saudaranya berinisial Mr. Kala itu, IS membereskan rumah bagian tengah dan melihat tas milik adiknya berinisial Al.

IS kemudian membuka dan melihat kaos merah berlogo palu arit. Tanpa mengetahui makna dari logo tersebut, IS langsung mengambil karena menurutnya pakaian itu bagus.

"Pengakuan IS, kaos itu bagus dan dipakainya kemudian menuju ke Pelabuhan Sungai Guntung," kata Wicak.

Setelah tiga jam berada di lokasi tersebut, petugas melihat IS kemudian mengamankannya. Selanjutnya, petugas langsung menggeledah rumah saudara IS tersebut. Tapi saat penggeledahan, polisi tidak ditemukan kaos lain ataupun simbol-simbol berbau PKI.

Saat ini, saudara IS lainnya berinisial Al masih dicari petugas. Saksi-saksi lainnya juga diperiksa untuk mengusut adanya penemuan tersebut.

"IS sendiri kepada petugas tidak mengetahui dari mana saudaranya mendapatkan kaos tersebut," jelas Wicak.

Hasil penyelidikan kepolisian sementara, belum ada ditemukan indikasi IS dengan sengaja menyebarkan paham ataupun ajaran komunisme, marxisme dan leninisme.

"Hasil penyelidikan, IS tidak pernah tergabung dalam organisasi ataupun ormas yangg mengarah kepada faham komunisme. IS diduga sebagai pengguna, tapi tetap akan dilakukan pendalaman mengenai riwayat dan lingkungannya," terang Wicak.

Selanjutnya, polisi berkoordinasi dengan perangkat kecamatan dan Polsek Kuindra, tempat tinggal orang tua pelaku untuk mengetahui latar belakang keluarga pelaku. "Kemudian berkoordinasi dengan Kesbang Linmas Indragiri Hilir," pungkas Wicak. [pan]