Bahas Percepatan Program Kopdes Merah Putih

Wakil Bupati Kampar Terima Kunjungan Staf Ahli Kementerian Koperasi RI 

Wakil Bupati Kampar Terima Kunjungan Staf Ahli Kementerian Koperasi RI 

Beritariau.com, Bangkinang Kota – Dalam upaya mempercepat pelaksanaan program Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan (Kopdes Merah Putih), Pemerintah Kabupaten Kampar terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait di tingkat pusat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti, S.Ag., M.Si. menerima kunjungan Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono, di Rumah Makan Pondok Danau Salo, Selasa (11/11/2025).

Dalam pertemuan yang berlangsung santai tersebut, Wabup Misharti turut didampingi Asisten Deputi Pengembangan Produksi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Elviandi R.S.. Keduanya berdiskusi mengenai langkah-langkah percepatan pembangunan Kopdes Merah Putih di seluruh wilayah Kampar.

“Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Koko Haryono dan tim yang telah berkenan hadir di Kampar. Semoga silaturahmi ini membawa manfaat besar, khususnya dalam memperkuat sinergi percepatan pembangunan Kopdes Merah Putih,” ujar Misharti.

Wabup Misharti menjelaskan bahwa dari 150 desa dan kelurahan di Kabupaten Kampar, saat ini baru 74 desa yang telah menyiapkan lahan untuk pembangunan koperasi. Artinya, masih ada 76 desa/kelurahan yang belum menyediakan lahan.

“Kami terus mendorong percepatan pembangunan Kopdes di setiap desa. Dengan dukungan Kodim 0313/KPR, kami menargetkan seluruh Kopdes Merah Putih dapat selesai dibangun paling lambat 20 Desember 2025,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kampar atas keseriusan dan kecepatan dalam menjalankan program Kopdes Merah Putih.

“Kampar merupakan daerah pertama di Provinsi Riau yang paling cepat merespons program ini. Bahkan, Kampar juga menjadi daerah percontohan Kopdes Merah Putih di Indonesia,” ungkap Koko.

Melihat potensi besar Kabupaten Kampar di sektor perkebunan kelapa sawit, Koko menyarankan agar koperasi desa turut mengembangkan usaha pengolahan hasil perkebunan.

“Dengan luasnya lahan sawit di Kampar, Kopdes bisa diarahkan untuk bergerak di sektor perkebunan sawit. Jika memungkinkan, koperasi dapat mengelola unit pengolahan CPO (Crude Palm Oil) secara mandiri,” tambahnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMK Kampar Drs. Dendi Zulkhairi, M.Si., serta Kepala Dinas PMD Kampar Lukhamsyah Badue, S.STP., M.Si. (*)