Tumbuh Kerdil ! Bibit Kedelai bantuan APBN diduga Palsu

Tumbuh Kerdil ! Bibit Kedelai bantuan APBN diduga Palsu

Kedelai bantuan APBN diduga palsu karena kerdil setelah ditanam

Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Pupus sudah harapan petani di Desa Menaming, Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) untuk memiliki tanaman keledai yang bagus. Pasalnya, benih kedelai bantuan APBN yang mereka tanam, justru kerdil.

"Katanya kemarin  bibit unggul, tapi ya seperti ini (lama tumbuh dan kerdil). Kalau bibit unggul tidak mungkin hidupnya kerdil begini, Pak," ujar Retinas, salah seorang anggota kelompok Tani Cendana, Desa Menaming, Senin (18/4).

Ia menambahkan, kualitas benih biasanya terlihat setelah tanam tiga minggu. Namun setelah tiga minggu ditanam, kedelai bantuan tumbuh kerdil. Karena itulah, petani menduga benih tersebut palsu.

"Saya sendiri  dapat bantuan 50 kilogram (kg) kedelai dari pemerintah pusat, untuk lahan 1 hektare. Namun,  baru saya  ambil 40 kg untuk ujicoba. Melihat kondisi seperti ini, ya sudah jelas saya malas. Untuk apa ditanam jika bibitnya tidak bagus, hanya buat capek aja," tambahnya.

Menurut Rentinas, untuk lahan tidak ada masalah karena sudah disiapkan terlebih dahulu. Dengan kata lain, lahannya sangat subur.

Menanggapi keluhan petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Koptan Ranah Makmur Desa Menaming, Wailid pun mengakui bahwa bibit kedelai bantuan pemerintah pusat tahun ini mengecewakan. Diakuinya, kualitas tak sebaik bantuan bibit tahun sebelumnya.

Ia pun mencoba untuk ikut menanam setelah mendapat keluhan petani. Dan hasilnya kedelai tumbuh namun pertumbuhannya kerdil. Saat ini, petani masih harus menunggu hasil uji laboratorium setelah sebelumnya Dinas TPH Rohul dan Dinas Pertanian Provinsi Riau turun ke Desa Menaming.

"Kabarnya hasil lab baru diketahui hari Kamis (21/4/16)," jelas Wailid. [cp]