Unri Borong Lima Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2025

Beritariau.com, Pekanbaru - Dalam ajang bergengsi The 7th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2025 yang digelar di JW Marriott Hotel Surabaya, Universitas Riau (Unri) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Unri sukses meraih lima penghargaan sekaligus, Kamis (25/9/2025) malam.
Ajang tahunan ini mengusung tema “Akuntabilitas Komunikasi dan Keterbukaan Informasi Publik untuk Indonesia Maju”, menjadi barometer kinerja komunikasi publik dan transparansi informasi berbagai lembaga negara, perguruan tinggi, hingga BUMN di seluruh Indonesia.
Proses penjurian melibatkan pakar komunikasi, akademisi, jurnalis senior, hingga praktisi branding, sehingga penghargaan yang diberikan memiliki bobot prestise tinggi.
Rektor Unri, Prof Dr Sri Indarti, SE MSi, yang hadir langsung di lokasi acara, menerima penghargaan tersebut bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr Ir Sofyan Husein Siregar, MPhil.
Dari sejumlah kategori yang diikuti, Unri berhasil membawa pulang lima penghargaan, antara lain Silver untuk Program Humas,Bronze untuk PPID Pelaksana.
Kemudian, Bronze untuk Kanal Digital TikTok,Silver untuk Kartini Humas Indonesia, sertaPenghargaan Terfavorit Pertama yang diberikan kepada Clara Yolandika, SP MSi, sebagai Kartini Humas Indonesia.
“Lima penghargaan ini adalah bukti nyata dari kerja keras, kreativitas, serta dedikasi tim humas Unri yang mendapat dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika,” ungkap Prof Sri Indarti.
Rektor menegaskan, capaian ini bukan sekadar penghargaan simbolis, tetapi menjadi motivasi bagi Unri untuk terus menghadirkan komunikasi publik yang transparan, inovatif, dan akuntabel.
“Keikutsertaan dalam ajang seperti AHI mendorong kami melakukan perbaikan berkelanjutan, mengukur efektivitas strategi komunikasi, sekaligus memperluas jejaring kehumasan di Indonesia,” tambahnya.
Dengan torehan lima penghargaan ini, Unri semakin meneguhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten berinovasi dalam bidang kehumasan dan keterbukaan informasi publik. (*)

