Pemkab Pelalawan Tak Serius Tangani Penghancuran Sungai Buluh!

alat berat yang diduga milik PT Adei Plantation di Pelalawan (net)
Beritariau.com, Pangkalan Kerinci - Aliansi Mahasiswa Pemuda Kecamatan Bunut (AMPKB) menilai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan tidak serius dalam menyelesaikan penghancuran Sungai Buluh oleh PT Adei Plantation.
Meskipun beberapa SKPD terkait sudah turun langsung ke lapangan, namun hasilnya belum juga kelihatan.
Pemkab beserta SKPD tersebut diantaranya Setdakab Pelalawan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pelalawan, Dinas Kehutanan Perkebunan Pelalawan, BPN, Camat Bunut, dan Camat Pelalawan.
"Pemkab Pelalawan tak serius dalam menyelesaikan pengrusakan lingkungan berupa penghancuran sungai buluh oleh PT Adei Plantation, karena hampir dua minggu tim Pemkab Pelalawan turun ke lapangan, namun belum ada hasil sedikit pun," tegas Koordinator AMPKB Kamarudin, Ahad, (10/04).
Mereka justru hanya memberi janji untuk mengekspose hasil pantauan lapangan Sungai Buluh ini ke media masa paling lambat 1 minggu setelah turun ke lokasi.
"Selasa pekan ini, itu sudah 2 minggu tim turun ke lapangan. Jangankan tindak lanjut dan sanksi yang diberikan Pemkab kepada PT Adei, janji untuk mengekspos ke media masa saja tak dilakukan oleh Pemkab," cetus Kamar dengan nada kecewa.
Ketidakseriusan pemkab ini diduga karena Pemkab Pelalawan lebih cenderung berpihak ke perusahaan.
"Jika sampai 2 minggu (selasa ini), Pemkab Pelalawan melalui Satker terkait tidak juga mengumumkan hasil temuannya di Sungai Buluh, kami akan menggelar aksi ke kantor Bupati Pelalawan," ancam Kamarudin.[fan]

