Bocah penjual 3 kilo sabu, ujian diruangan Kepala Polisi Narkoba Pekanbaru

ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - ES (15 tahun), penjual 3 kilogram (kg) narkoba jenis sabu yang masih duduk dibangku sekolah yang ditangkap Polisi saat penggerebekan di Kampung Dalam Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru, terpaksa menjalani ujian nasional diruang Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, Senin (04/04/16) pagi.
Proses ujian semester genap yang dijalani ES berlangsung normal. Hari ini, Ia mengikuti 2 mata ujian, yakni pelajaran agama dan bahasa Indonesia.
"Tadi soalnya langsung diantar oleh Kelapa Sekolahnya didampingi seorang guru," ungkap Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Iwan Lesmana Riza.
Dikatakannya, ES tak nampak gugup. Sebelumnya, Ia dijemput dari sel khusus (beda dari sel dewasa, red) pagi tadi, dan langsung dibawa ke ruangan ujian.
"Selama di sel dia juga belajar maksimal," sambung Iwan.
Setelah ditangkap beberapa waktu lalu, Satnarkoba Polresta memang rutin berkoordinasi dengan pihak sekolah, untuk menyuplai buku pelajaran. Selain itu, ES juga bebas belajar di dalam sel tahanan.
"Kita sediakan waktu seluas-luasnya bagi dia belajar," ungkapnya.
Bahkan Polresta juga memberikan kewenangan bagi orangtua ES untuk mengunjungi dia kapan saja. "Kapan saja bisa datang, supaya si anak ini tetap merasa kalau orangtuanya selalu mendukung," tukas Iwan.
Selama ujian, kata Iwan, ia diawasi langsung oleh guru. Tidak ada suasana yang berbeda dan ES mampu menjalani dengan baik. "Sudah selesai ujiannya. Dia sudah kita kembalikan ke sel khusus dan dia bisa belajar lagi untuk mata pelajaran besok," singkatnya.
"Secara aturan kehadiran, dia tak diijinkan ujian oleh sekolah. Itu yang kita koordinasikan dengan sekolah, kita upayakan agar ada toleransi mengingat usianya sudah 15 tahun tapi masih SD. Akhirnya diberi kesempatan ujian. Saya berterimakasih dengan Kepsek," jelasnya.
"Meski demikian yang jelas Bapas yang melakukan pemeriksaan yang bersangkutan dan mengeluarkan rekomendasi terkait sistem peradilan anak, maka proses pidananya tetap dilanjutkan," tutup Kompol Iwan di ruangannya. [red]

