Kapal Mabes Polri gagalkan modus baru penyelundupan pakaian asal Singapura

ilustrasi
Beritariau.com, Dumai - Kapal Patroli (KP) milik Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Markas Besar Mabes Polri, Kedidi 3015, Selasa (29/03/16) sekitar pukul 21.00 wib, menggagalkan upaya penyelundupan ratusan bal berisi pakaian, sepatu dan celana bekas, dari sebuah Kapal Motor (KM) Sinar Abadi di Perairan Siak.
Kapten Kapal Mabes Polair 3015 KP Kedidi Iptu Nicho Ericson menjelaskan, penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait adanya modus operandi baru dalan pengiriman balpres dari Singapura. Pelaku melakukan penyeludupan melalui antar pulau.
“Dari Singapura balpres tersebut diduga dibawa ke Tanjung Pinang. Dari sana, kemudian dibawa menggunakan kapal ke pulau-pulau lain termasuk Dumai dan Pekanbaru,” terangnya.
Begitu mendapat informasi, KP Kedidi melakukan penyelidikan di lapangan dengan membagi 2 tim. Mereka berjaga-jaga di perairan Pakning dan di Muara Sungai Siak. Akhirnya, sekitar pukul 21.00 wib, petugas menemukan kapal yang dimaksud. Kapal lalu didatangi dan dilakukan pemeriksaan.
“Nakhoda, anak buah kapal (ABK) dan muatan kita periksa. Di bagian atas ditemukan 3 unit mobil dan sepeda motor dengan nomor polisi asal Kepulauan Riau. Lantaran ada mobil, motor dan galon air, kita sulit melakukan pemeriksaan di bagian palka kapal,” kata Iptu Nicho.
Tak kehabisan akal, petugas kemudian masuk melalui kamar mesin. Di sana, ada celah yang bisa dibuka yang langsung tembus ke palka. Di sana ditemukan karung yang dibungkus rapi dengan menggunakan plastik hitam.
“Lalu kita periksa, buka dengan menggunakan pisau. Alhasil, ditemukan barang-barang bekas di dalamnya. Kapal lalu dikawal ke Dumai karena jarak dari tempat kejadian perkara (TKP) lebih dekat. Lagipula kita sudah berkoordinasi dengan Bea Cukai (BC) dan Sat Polair Polres Dumai,” terangnya.
Selanjutnya, Kamis (31/03/16) muatan kapal itu dibongkar dengan disaksikan oleh perwakilan BC dan Sat Polait Polres Dumai. Ditemukan sekitar 500 balpres berisikan barang bekas.
“10 orang yang berada di kapal yakni 6 ABK, 2 siswa Magang dari SMA Pelayaran dan 2 penumpang, dibawa ke Polair Polres Dumai untuk dimintai keterangan,” tambahnya.
Kasat Polair Polres Dumai AKP Yudhi Franata SIK, Sabtu (02/04/16) membenarkan mereka menerima pelimpahan barang bekas diduga asal luar negeri.
“Untuk mencegah hal serupa terjadi di perairan Dumai, kita selalu melakukan patroli di laut. Tidak pernah ada celah kita kasih untuk para penyeludup beraksi. Kita juga selalu berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya. [red]

