Tajuk Rencana

'Hotspot di Area Kantor Gubernur Riau' Menurun?

'Hotspot di Area Kantor Gubernur Riau' Menurun?

DUDUK BERSAMA : Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wakil Gubernur Riau Duduk Bersama dengan Para Gubernur Riau pada masanya, antara lain; Saleh Djasit, Mambang Mit, Wan Abubakar, Djohermansyah Johan, Andi Rachman, Wan Thamrin Hasyim, Syamsuar, Edy Natar Nasution dan Rahman Hadi, sempena Peringatan Hari Jadi Provinsi Riau ke 68 Tahun | MCRiau

LAPORAN 'cuaca' hari ini, 9 Agustus 2025, akhirnya menunjukan Titik Panas (Hotspot, red) di 'Area Kantor Gubernur Riau', mulai menurun seiring dengan acara Peringatan Hari Jadi Provinsi Riau ke 68 tahun.

Sebelumnya, 'Hotspot' di wilayah tersebut terdeteksi selama beberapa bulan dan terpantau jelas, baik oleh masyarakat. Bahkan  sumber dipercaya mengatakan, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, juga ikut memantau, apalagi Forkopimda dan seluruh Pejabat dan pemangku kepentingan di Riau tentunya.

Anehnya, 'Hotspot' ini kelihatannya sulit dipadamkan karena upaya pemadaman nyaris nihil. Justru, aksi 'pembakaran' yang malah terdeteksi yang pemicunya dari sekitar 'Hotspot' itu sendiri.

Menariknya, kondisi di Riau, berbanding terbalik dengan Jakarta. Pasca pemberian Abolisi kepada Thomas Lembong dan Amnesti kepada Hasto Kristiyanto, dari Presiden RI Prabowo Subianto, 'Hotspot' di Istana mendingin drastis.

Sikap Presiden memperlakukan para pentolan dari rival politiknya, Anies Baswedan dan Partai PDIP, membuktikan dirinya menyatukan semua elemen demi tercapainya tujuan pemerintahan, tanpa meninggalkan teman lama.

"Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," ucap Prabowo dalam beberapa kesempatan. Bukti keteladanan, Ia konsisten mengimplementasikan nilai Filosofi politiknya itu dan pikiran yang Ia tuangkan dalam bukunya.

"Kita harus ingat, jangan kita lupa sejarah kalau dulu tokoh-tokoh bangsa kita sering selalu diadu domba. Divide et impera," sebut Prabowo dalam bukunya berjudul 'Paradoks Indonesia dan Solusinya' pada tahun 2022 silam.

Bahkan, Ia memerintahkan menghapus Tantiem dan Bonus-Bonus para Komisaris BUMN, agar mereka fokus membenahi Perusahaan Plat Merah ketimbang 'cuap-cuap' di berbagai debat argumentasi seputar dinamika yang berkembang. Ia seakan tak mengkehendaki adanya peran Buzzer di sekitarnya yang dapat keuntungan melalui polemik.

Lantas, bagaimana dengan 'Hotspot' yang terpantau di 'Area Kantor Gubernur Riau' ? Apakah langkah dan sikap Presiden RI itu akan diikuti 'Pengendali Area Kantor Gubernur Riau' ini ?

Tanpa ingin menafsirkan, menjabarkan, dan mengartikan maksud dan penyebab 'Hotspot' tersebut, alangkah lebih baik jika yang dihitung adalah dampak kerusakan 'lingkungan' yang timbul akibat oleh 'Hotspot' di 'Area Kantor Gubernur Riau', yang telah terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Antara lain; eksosistem birokrasi Pemerintah Riau tidak kondusif, Program sulit berjalan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjebak dalam 'blok barat dan 'blok timur', saling ganggu menggangu. Bahkan, Aktivis dan Penggiat Media pun tak ketinggalan terjerumus dalam 'blok' tersebut dan banyak dampak lainnya yang belum muncul.

Pada momen hari ini. Seperti pepatah mengatakan, "Guru terbaik adalah pengalaman". Hari ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Riau berkumpul bersama Para Gubernur pada masanya. Apakah sesaat tadi terjadi aksi berbagi pengalaman atau hanya gimmick pendinginan semata?

Namun yang pasti, akibat acara itu laporan Suhu Politik hari ini sepertinya membuat 'Hotspot' di 'Area Kantor Gubernur Riau' menurun.

Semoga level confidence 'Hotspot' itu semakin menurun bahkan padam. Sebab, jika nanti levelnya meningkat, pasti akan menjadi 'Titik Api' (Firespot, red), yang tentunya harus dilakukan upaya pemadaman paksa karena dampak 'asapnya' akan merugikan publik dan negara dan diri sendiri.

Terakhir, ada juga pepatah mengatakan, "Jangan bermain api, kelak terbakar sendiri". Dan, apabila sudah terbakar (Firespot), semoga 'Tuah Bisa Terlindungi dan Marwah Bisa Terjaga'".

"Selamat Hari Jadi Provinsi Riau ke 68 Tahun..." (*)