Bungkam Saat Ditanya Soal Ultimatum

Bikin Toko Illegal Terbanyak di Pekanbaru, Indomaret Tak Kooperatif

Bikin Toko Illegal Terbanyak di Pekanbaru, Indomaret Tak Kooperatif

Tak Berizin Indomaret Disegel | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Perusahaan ritel Indomaret yakni PT. Indomarco Prismatama seakan tak peduli bahkan sama sekali tak merespon ancaman ultimatum dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang memintanya menutup sendiri gerainya yang tak berizin.

Tak hanya melawan negara, ritel ini juga tak kooperatif saat dimintai keterangan terkait responnya atas ultimatum itu.

Saat ditemui di kantornya di Komplek Platinum di Jalan Harapan Raya, Rabu (3/9/14), Humas Indomaret Sumbodo tak berada di tempat.

"Pak Sumbodo tak masuk kantor. Beliau memang jarang masuk kantor, karena tugas di lapangan," kata seorang security kantor PT. Indomarco Prismatama itu.

Namun, saat dihubungi melalui seluler, hingga berita ini dirilis, sambungan telepon dan pesan singkat yang dikirim tak dibalas Sumbodo.

Perusahaan ritel yang paling banyak mendirikan gerai alias toko tak berizin ini, terus membandel [Baca : Membandel, Gerai Indomaret Kembali Disegel Satpol PP Pekanbaru]. Dalam sepekan saja, Satpol PP telah menyegel sejumlah toko yang beroperasi secara ilegal.

"Totalnya kita sudah menyegel 9 gerai terbanyak Indomaret. 5 Indomaret dan 4 Alfamart," kata Sekretaris Satpol PP Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, di kantornya (2/9/14) kemarin.

Terpisah, terkait ultimatum Pemko itu, Community Relation Coordinator Branch (Corcom) Alfamart Pekanbaru, Moriah Tobing mengaku belum mengetahui.

"Saya belum tau mengenai itu. Nanti saya infomasi kan yah mas," jawab Moriah, Rabu (3/9/14).

Meski sikap resmi kedua ritel ini belum ada, namun, Tim Yustisi dengan tegas telah menyatakan kesiapannya akan menutup semua gerai tak berizin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Walikota Pekanbaru telah menyatakan bahwa tidak akan ada lagi penambahan kuota untuk gerai ritel.

Namun, sumber Beritariau.com yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan ada pihak yang mencoba melakukan lobby untuk penambahan kuota.

"Mereka (oknum ritel, red) gencar melobby melalui orang-orang dekat pak fir (Walikota, red)," kata sumber ini.

Terkait kuota itu, dikatakan Zulfahmi, meskipun kedepannya Pemko memberikan tambahan, pihak meminta izin yang diberikan tidak untuk toko yang sudah disegel.

"Kalaupun ada tambahan izin, jangan toko yang disegel yang dibuka lagi. Karena mereka sudah jelas melawan pemerintah," ujarnya, Kemarin (2/9/14) dikantornya. [mar]