Puluhan Mahasiswa Teriakkan Tolak LGBT di Rohul
.jpg)
Mahasiswa menolak LGBT di Rohul, Kamis (17/3)
Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) turun ke jalan dan menyuarakan penolakan terhadap perilaku menyimpang LGBT, Kamis (17/3) di simpang empat Taman Kota Pasirpangaraian.
Dalam aksinya, mereka meminta pemerintah membubarkan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender), radikalisme, serta aliran sesat dari Indonesia.
"Dari kaca mata HMI, persoalan ini sudah jadi persoalan bangsa, dari itu HMI harus terus menyuarakan menolak kehadiran mereka (LGBT, radikalisme, dan aliran sesat)," tegas Koordinasi Aksi, Wikki Yuliandra.
Hal senada diungkapkan Ketua HMI Rohul Syukri. Ia juga menyatakan menolak dan mengutuk LGBT, radikalisme, dan aliran sesat, karena tidak sesuai budaya Indonesia. Apalagi gerakan ini terindikasi disusupi pihak asing.
"Kita mendengar ada, tapi tak mau menduga, karena kita tak punya bukti. Dan langkah awal ini kami menolak dan mengutuk pendukung dan pelakunya," tegas Syukri.
Dalam aksi ini, turut serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasirpangaraian diwakili Jaksa Juan. Dalam orasinya, Juan mewakili Kejari Pasirpangaraian juga menolak gerakan LGBT, radikalisme, dan aliran sesat di Kabupaten Rohul.
"Gerakan LGBT dan radikalisme merupakan ajaran yang salah dan dan sesat berdasarkan syariat Islam. Kita sangat berterima kasih kepada HMI yang sudah turun ke jalan untuk menyuarakanya sehingga warga rohul tidak terpengaruh terhadap ajakan sesat tersebut," terang Juan. [cp]

