Api Sulit Dipadamkan Karena Sulit Dapatkan Air
Kebakaran lahan di Bengkalis meluas mirip Neraka Jahanam

ilustrasi
Beritariau.com, Bengkalis - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di jalan Haji Ilyas Desa Air Putih. Kali ini kebakaran meluas sampai keJalan lintas Sei Alam-Bantan atau jala samping rumah Dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis. Besarnya kobaran api serta banyaknya titik kebakaran membuat api sulit dipadamkan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis, Suiswantoro, Jumat (18/03/16) mengatakan, belum diketahui dari mana asal api. Menurutnya, bisa jadi, dari sisa-sisa kebakaran sebelumnya atau bisa juga dari sumber yang baru. Yang pasti, sebut Suis, kobaran api sangat besar dan sangat sulit dikendalilan.
“Ketika kebakaran di Teluk Lancar dan Rupat mulai mengecil. Hari ini kebakaran hebat kembali terjadi di Bengkalis, tepatnya di jalan H Ilyas hingga ke jalan tembus Air Putih-Bantan. Kobaran api sangat besar dan menyebar di beberapa titik, kebakaran layaknya neraka jahanam,” sebut Suiswantoro.
Saat ini kata Suis, regu pemadam BPBD-Damkar Bengkalis berada dilokasi melakukan pemadaman, dibantu personil Polres Bengkalis dengan kekuatan penuh dan dari Kodim 0303 Bengkalis.
“Di lapangan juga adaalat berat milik dinas PU yang sedang melakukan penggalian sumberair,” sebut Suis.
Kebakaran sudah menghanguskan sekitar 3 hektar perkebunan kelapa dansemak belukar. Abu-abu sisa kebabakaran terlihat beterbangan hingga kerumah-rumah warga di sekitaran kota Bengkalis.
Ditanya soal turunnya hujan Jumat dini hari kemarin, menurut Suis, belum mampu memadamkan kebakaran yang terjadi di sejumlah lokasi di Bengkalis.
"Hujan tadi malam tidak begitu lebat,belum ada titik kebakaran yang padam akibat diguyur hujan,” sebutnya.
Terkait kemungkinan meminta bantuan pemadaman dengan water boombing alias bom air, kata Suis, sudah saatnya dilakukan, mengingat pemadaman yang dilakukan selama ini selalu saja terbentur oleh sumber air yang sulit ditemukan.
"Ya kita berharap dilakukan pemadaman dengan cara water booming seperti di Kepulauan Meranti. Upaya pemadaan dari darat sudah maksimal kita lakukan bersama teman-teman Polisi dan TNI, saban hari kita lakukan. Tapi kita terbentur oleh fasilitas (peralatan) dan sumber air yang sulit ditemukan. Terkadang, kita terpaksa menggunakan air laut, dengan konsekuensi mesin kita rusak, tapi apa boleh buat, terpaksa kita lakukan,” sebut Suis lagi.
Selain di Bengkalis, karhula juga terjadi di ujung pulau Bengkalis yakni di Teluk Lancar. Kebakaran yang terjadi semenjak satu minggu lalu itu, sampai saat ini belum berhasil dipadamkan, karena sulitnya menemukan sumber air. Petugas pemadam hanya memanfaatkan airlau saat pasang.
Kebakaran juga terjadi di Kecamatan Rupat, seperti di Desa Pergam, Sei Injab, Sukarjo Mesim. Pemadaman rutin dilakukan oleh Damkar Pos Rupat, Polsek, TNI.
“Kamis (17/03/16) juga terjadi Karhutla di Desa Buruk Bakul dan di DesaSepahat Kecamatan Bukit. Kita juga sudah menurunkan regu pemadam dari BPBD Damkar Bengkalis, Regu Damkar Pos Kecamatan Bukit Batu dan Pos Karhutla Desa Sepahat dibantu MPA dan Personil Polsek Bukit Batu. Asal api diduga masih adanya oknum masyarakat yang berani bermain api,” sebu Suis lagi. [red]

