Riau makin kelam! Banjir berlalu, kemarau datang, kini listrik yang padam

Riau makin kelam! Banjir berlalu, kemarau datang, kini listrik yang padam

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Provinsi Riau seakan tak pernah lepas dari bencana. Selain kemarau yang mulai melanda Riau, pasca Banjir beberapa bulan lalu, kini warga harus dihadapkan dengan kondisi pemadaman listrik yang berlarut-larut.

Sejumlah pembangkit listrik di jaringan interkoneksi Sumatera Bagian Selatan Tengah dan Sumatera Bagian Utara (Sumbagsel - Sumbagut), membuat kondisi listrik di wilayah Sumatera termasuk Riau mengalami defisit.

K‎ondisi ini membuat PT PLN Wilayah Riau Kepulauan Riau (WRKR), masih akan terus menjalanakan ‎kebijakan pemadaman bergilir ‎hingga 21 Maret mendatang.

Supervisor Humas dan Lingkungan PLN WRKR, Nasri kepada pers mengatakan, kondisi defisit daya listrik ini mencapai 130-223 Megawatt (MW) pada beban puncak dan 40-65 MW pada waktu lewat beban puncak disumbagteng.

"Defisit sistim Sumbagteng masih berlanjut, perkiraan pemadaman sampai dengan tanggal 21 Maret 2016. Pada waktu beban puncak antara130MW sd 223MW dan lewat waktu beban puncak 40MW sd 65MW," pungkasnya, Jumat (18/03/16).

Khusus Riau defisit pada waktu beban puncak 50MW sd 87MW dan lewat waktu beban puncak 15MW sd 25MW dengan durasi pemadaman 2 jam.

"Kami menghimbau semua pelanggan tetap hemat/bijak menggunakan listrik, agar pemadaman tidak meluas, teruma pada saat beban puncak," ungkapnya.‎ [red]