Napi Kaget Digeledah

BNN & Polisi "serbu" Lapas Pekanbaru saat subuh, temukan senjata tajam & jaring napi pemakai narkoba

BNN & Polisi "serbu" Lapas Pekanbaru saat subuh, temukan senjata tajam & jaring napi pemakai narkoba

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Lembaga Permasyarakatan (LP) alias Lapas Pekanbaru, Senin (07/03/16) subuh sekitar pukul 06.00 wib, digegerkan dengan kedatangan puluhan aparat dari Badan Narkotika Nasiona (BNN) dan Kepolisian bersenjata lengkap dan rompi anti peluru. Para narapidana yang asyik tertidur pulas, kaget bukan kepalang saat digeledah secara tiba-tiba.

Ratusan tahanan yang berada di setiap sel di sekitar 10 blok di Lapas digeledah petugas. Satu persatu, digiring menjalani tes urine oleh BNN Provinsi Riau. ‎Sedangkan polisi, memeriksa isi kamar para tahanan satu persatu, termasuk barang berupa bungkusan, pakaian dan lainnya.‎

Sebelum razia, ‎petugas dari BNN Provinsi Riau dan Kepolisian menggelar apel gabungan di Kantor BNN Riau Jalan Pepaya pagi itu. Usai apel, langsung bergerak menuju Jalan Kavling. Sesampainya di gerbang LP, personil gabungan langsung masuk dan melakukan penyisiran.

Razia ini dipimpin langsung oleh kepala masing-masing institusi, diantaranya Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Hermansyah dan Kepala BNN Riau Kombes Ali Pranaka. Mereka membentuk 6 tim dalam razia kali ini.‎

Alhasil, ‎aparat berhasil menemukan narkoba dan benda yang tak diperbolehkan di dalam Lapas. "Target kita blok tahanan narkoba (Blok D). Di kamar delapan dan 10 kita temukan narkoba jenis sabu-sabu sisa pakai," ujar Kabid Pemberantasan dan Penindakan, AKBP Haldun, disela-sela razia.

‎Dari hasil tes urine, dari 153 orang narapidana, ‎sebanyak 92 orang positif menggunakan narkotika. Mereka langsung didata dan diproses untuk didalami terkait cara memperoleh barang haram itu. 

"Kita akan dalami temuan ini. Sementara untuk pemilik narkoba (sabu) akan kita mintai keterangannya," jawab AKBP Haldun.‎

Selain narkoba, tim juga menemukan berbagai senjata tajam berupa gunting yang dimodifikasi, pisau, obeng, charger, handphone, pemantik api, komponen ponsel dan sebagainya. Tentu ini menimbulkan pertanyaan, darimana benda-benda tersebut diperoleh.

‎"Kita akan selidiki darimana barang-barang itu masuk," sebut Kakanwil Kemenkumham Riau, Ferdinand Siagian.

Terkait banyaknya warga binaan yang positif narkoba, Ferdinand mengatakan kalau pihaknya memang mengalami kesulitan untuk mendeteksi hal tersebut. Ia beralasan, jumlah petugas yang terlalu sedikit.

"Petugas kita terbatas untuk mengawasi para warga binaan ini. Itu kesulitannya," ujarnya. "Ada yang disusupkan dari tamu besuk, disembunyikan di ruang kosong dan lainnya. Kita akui jumlah petugas pengawas sangat tak seimbang," sambungnya.‎

Sementara itu, Kepala BNN Riau, Kombes Ali Pranaka mengatakan, Lapas memang jadi target utama BNN, mengingat banyaknya peredaran barang terlarang ini. "Dugaan kita, masih ada jaringan narkoba dan ada yang mengendalikan dari dalam Lapas," tukasnya.

‎Untuk diketahui, razia ini merupakan aksi perdana yang dilakukan BNN Riau di tahun 2016. Sebelumnya (Januari-Maret), BNN fokus terhadap para bandar dan pengedar narkotika. [red]