AKBP Ade Johan: Sikapnya Dewasa dan Berjiwa Pemimpin
Bripka Anra, mantan penyidik Karlahut di Riau ini, pimpin Jenderal & Kolonel saat misi PBB di Sudan

Bripka Anra Nosa | Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Good Jod! Mungkin itulah ungkapan apresiasi yang pantas disampaikan kepada Bripka Anra Nosa, seorang bintara polisi lulusan tahun 2002 dipercaya oleh United Nation (UN) alias Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk menjalankan tugas mulia misi Perdamaian di Sudan.
Meski seorang bintara, pria muda pemilik titel Magister Humaniora ini dianggap mampu menjadi pemimpin diantara para jenderal Bintang satu bertugas disana.
Disana, Ia ditunjuk membawahi 35 orang anggota, ada yang berpangkat Jenderal, juga berpangkat Kolonel dan Letnan Kolonel di negara mereka masing-masing
Usut punya usut, ternyata Bripka Anra yang kini berusia 33 tahun kelahiran Sumatera Barat itu pernah menjadi seorang penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Riau. Ia sempat menjadi penyidik dalam kasus kebakaran hutan dan lahan yang melibatkan PT National Sago Prima.
Mantan Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) I Reskrimsus Polda Riau AKBP Ade Johan Hasudungan Sinaga menceritakan kecerdasan dan strategi jitu yang dimiliki Anra dalam menangani kasus besar saat menjadi anak buahnya.
"Kemampuan Bripka Anra sebagai penyidik sudah saya rasakan sendiri. Lebih dari 1 tahun Anra memudahkan saya dalam bertugas," kata AKBP Ade Johan, Minggu (06/03/16).
Menurutnya, Bripka Anra merupakan polisi muda yang berprestasi. Meski sedikit kaget ketika mendengar Bripka Anra mampu mengkoordinir dua orang jendral bintang satu dalam misinya di Sudan Selatan, tapi Ade memang sudah yakin dengan jiwa kepemimpinannya.
"Melihat caranya bekerja, Saya yakin Anra seorang pemuda yang dewasa dan berjiwa pemimpin," kata Ade.
Ia mengaku pernah menyumbangkan nasehat kepada mantan anak buah itu untuk bisa bertugas dalam misi perdamaian dunia di negara lain sebagai anggota United Nation Police (Polisi PBB). Pasalnya, Ade juga pernah ditugaskan di PBB.
Kepada Anra, perwira jebolan Akademi Kepolisian tahun 1995 itu pernah menceritakan pengalamannya saat bertugas di Bosnia sebagai pasukan penjaga perdamaian kala itu. Tampaknya, Anra sangat tertarik dengan pengalaman Ade dan berfikir untuk mengikuti jejaknya.
"Saya sempat cerita pengalaman juga saat bertugas di Bosnia dulu, mungkin Anra terpengaruh itu juga. Dia (Anra) ini suka belajar, dan terus belajar. Tidak malu bertanya," terang Ade.
"Dia pintar, luwes, dan kreatif. Saya masih ingat dia juga penyidik satu perusahaan besar yang menjadi tersangka pembakar lahan dan hutan saat itu," tambah Ade.
Atas tugas mulia yang didapatkan Anra, Ade berharap pengalaman Anra nantinya dapat ditularkan kepada rekan-rekannya sepulang tugas dari Sudan Selatan. Namun Ade berpesan, agar Anra tetap menjaga nama baik dan wibawa Indonesia di kancah Internasional.
"Yang jelas jaga nama baik Indonesia di kancah Internasional. Itu tugas mulia, semoga anak asuh saya itu pulang dengan kondisi sehat dan walafiat," harapnya.
Untuk diketahui, saat ini, Bripka Anra Nosa sedang menjalankan cuti, pulang ke Indonesia untuk menghadiri ulang tahun anak semata wayangnya yang sudah genap berusia satu tahun. Mantan penyiar Radio CBS Pekanbaru itu memilik kesan sendiri saat memulai misi perdamaian di Sudan, dia disuguhi demo para pengungsi Sudan.
Kolonel Mario, seorang personil United Nation (UN) Police dari Jerman, memerintahkan Team untuk memasukkan puluhan pengunjuk rasa itu ke Holding Facility (semacam penjara, red).
Namun perintah itu dibantah Anra. Menurutnya, perintah itu diluar rasa kemanusiaan. Ia pun mengambil langkah mendekati para pengunjuk rasa dengan melakukan upaya persuasif dan dialog.
Ternyata, pengungsi Sudan itu mengharapkan bantuan dari personil PBB. Mereka meminta untuk diwadahi ke World Food Sulpemen (WFP), sebuah organisasi PBB yang mengurusi konsumsi.
Dari situ,Bripka Anra dinilai sukses oleh PBB hingga dipercaya untuk menjadi pemimpin para jenderal di Sudan. [pan]

