Penyusup Rongga Roda Garuda Mengaku dapat Bisikan Roh Halus

Mario Ambarita, warga Rohil yang nekat menyusup di rongga roda pesawat Garuda penerbangan Pekanbaru-Jakarta
Beritariau.com, Pekanbaru - Mario Ambarita , si penyusup pesawat Garuda Indonesia, di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mengaku dapat bisikan gaib yang memaksanya untuk melakukan aksi nekat itu.
Pengakuan itu diungkapkannya di hadapan hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (23/2).
Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Irwan Efendi itu, Mario menceritakan, dia mendapat ide untuk menyusup masuk ke rongga pesawat dari hasil browsing melalui internet dan makhlus halus sejenis roh.
"Awalnya saya tidak berani, Pak. Tapi saat mempelajari (menyusup) itu di warnet, timbul dorongan perintah untuk melakukannya, seperti roh," ujar warga kabupaten Rokan Hilir itu.
Mario melanjutkan, sebelum mencobanya di Pekanbaru, Mario juga sudah terlebih dahulu mencoba untuk menyusup ke rongga roda pesawat di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. Namun sayang, Mario gagal melakukannya.
"Saya pergi ke Kuala Namu menggunakan uang seadanya Rp 50 ribu dari Medan. Tapi saya tidak jadi melakukannya, akhirnya saya pulang. Lalu saya coba (menyusup roda pesawat) ke Pekanbaru," kata Mario.
Sementara itu, saksi ahli dr Danardi mengatakan, Mario sehat secara mental. Mario dinyatakan sehat setelah menjalani serangkain tes psikologi.
"Awalnya terlihat kurang kooperatif. Namun kami menggunakan metode lain, sehingga dia (Mario) menceritakan kejadian secara runut. Dan yang penting dia mengetahui tindakan itu salah, dan bisa bertanggung jawab. Secara akal dia sehat," ujar Danardi.
Selain Danardi, dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Neni Lubis juga menghadirkan lima orang saksi, termasuk tiga saksi ahli dari Kementerian Perhubungan RI.
Sidang selanjutnya akan digelar, Selasa (1/3) pekan depan dengan agenda mendengarkan tuntutan JPU. [pan]

