Aktivitas Taxi Gelap Vs Puskopau di SSK II

Puskopau Tahan Lima Unit Taxi Gelap

Puskopau Tahan Lima Unit Taxi Gelap

Beritariau.com, Pekanbaru - Keberadaan taksi gelap yang beroperasi di Bandara Sultan Syarig Kasim (SSK) II menimbulkan keresahan bagi para sopir taxi resmi. Salah satunya para sopir Taxi Puskopau.

Yanto, salah seorang pengurus dari Asosiasi Solidaritas Abdiasa (ASA) mengatakan keberadaan taxi gelap ini sangat merugikan supir taksi resmi. 

"Hal ini juga menurunkan pendapatan yang kami terima. Jika hal ini tidak ditanggapi dengan serius, maka jangan salahkan kami akan terjadi tindakan anarkis. Jadi kami harap pihak terkait untuk menanggapi tuntutan kami," ujarnya.

Saat beritariau.com memantau area bandara, Minggu (21/2), memang terlihat sopir-sopir yang membawa mobil taksi tanpa lisensi ini menawarkan jasa secara diam-diam. Bahkan tak jarang, ada yang nekat memaksa penumpang untuk menggunakan jasa mereka.

Mobil yang diduga taksi gelap tersebut berjenis Kijang Inova. Saat itu sempat terjadi ketenggangan, hingga akhirnya sopir keluar dan berdiskusi dengan pengurus ASA.

"Saya hanya sopir bayaran, engga tau dan engga ada ambil penumpang," ujar kilah sopir tersebut.

Hingga saat ini, setidaknya ada lima mobil yang diduga taxi gelap, telah ditahan oleh pihak puskopau. Meski demikian, masih ada saja praktik taxi gelap yan tak terpantau. 

Untuk mengatasi hal ini, asosiasi berharap pemerintah atau pihak terkait tegas untuk menyelesaikan masalah ini. Karena ini tak sekedar menyangkut mata pencaharian sopir taxi resmi, melainkan juga kenyamanan penumpang di Bandara SSK II. [pan]