Rekrut Pengikut Melalui Telepon
Bendera ISIS Berkibar di Riau, Pengikutnya Tebar Ancaman

Ilustrasi Penyebaran ISIS | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Warga di Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru dikejutkan dengan berkibarnya bendera Islamic State Of Iraq and Syria (ISIS) di pagar Musholla Nurul Jihad, di Jalan Hangtuah simpang Proyek perumahan Primadona Serumpun II RT 004 RW 009 kelurahan Sail.
Informasi yang dihimpun, Bendera ISIS pertama kali ditemukan oleh ketua RT 004 Iyon Nasution (42) yang berprofesi sebagai seorang guru bersama warga lainnya saat hendak melakukan gotong Royong di Musholla Nurul Jihad tersebut pada Minggu (31/8/14) kemarin.
Mereka melihat bendera ukuran 70 x 45 centimeter tergantung di pagar musholla itu dan sehelai kertas yang bertuliskan : "ISIS telah dideklarasikan disini, bagi saudara ku yang nanti akan dihubungi oleh ISIS berarti anda telah didata ISIS. Ini ultimatum ISIS kalau anda disurati ikuti intruksinya ISIS Tenayan Raya".
Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Senin (1/9/14) menghimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan adanya ajakan-ajakan yang bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika, seperti hal nya yang dilakukan ISIS.
"ISIS jelas bertentangan dengan ideologi negara kita. ISIS menginginkan negara Indonesia seperti yang mereka inginkan, dan itu mendapat tolakan dari semua kalangan, jadi masyarakat jangan terpancing dengan ajakan-ajakan yang menyesatkan, kita sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan," kata Guntur.
Saat dihubungi, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Harianto kepada wartawan mengaku sedang berada di Makasar dan mengarahkan untuk menghubungi Kapolsek Tenayan Raya Kompol Kukuh Yulianto.
Namun saat Kapolsek Tenayan Raya Kompol Kukuh Yulianto dihubungi tidak mengangkat telfon dari wartawan, pesan yang dikirim pun belum berbalas. Saat di coba menghubungi kembali, ponselnya dimatikan.
Seperti diketahui, keberadaan ISIS di Indonesia dapat merusak kerukunan dan ketentraman di tengah masyarakat terutama disintegrasi bagi bangsa dan negara. [Baca : Cegah Paham Radikal ISIS, Polda dan Pemprov Riau Imbau Jaga Kerukunan] [pan]
Informasi yang dihimpun, Bendera ISIS pertama kali ditemukan oleh ketua RT 004 Iyon Nasution (42) yang berprofesi sebagai seorang guru bersama warga lainnya saat hendak melakukan gotong Royong di Musholla Nurul Jihad tersebut pada Minggu (31/8/14) kemarin.
Mereka melihat bendera ukuran 70 x 45 centimeter tergantung di pagar musholla itu dan sehelai kertas yang bertuliskan : "ISIS telah dideklarasikan disini, bagi saudara ku yang nanti akan dihubungi oleh ISIS berarti anda telah didata ISIS. Ini ultimatum ISIS kalau anda disurati ikuti intruksinya ISIS Tenayan Raya".
Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Senin (1/9/14) menghimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan adanya ajakan-ajakan yang bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika, seperti hal nya yang dilakukan ISIS.
"ISIS jelas bertentangan dengan ideologi negara kita. ISIS menginginkan negara Indonesia seperti yang mereka inginkan, dan itu mendapat tolakan dari semua kalangan, jadi masyarakat jangan terpancing dengan ajakan-ajakan yang menyesatkan, kita sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan," kata Guntur.
Saat dihubungi, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Harianto kepada wartawan mengaku sedang berada di Makasar dan mengarahkan untuk menghubungi Kapolsek Tenayan Raya Kompol Kukuh Yulianto.
Namun saat Kapolsek Tenayan Raya Kompol Kukuh Yulianto dihubungi tidak mengangkat telfon dari wartawan, pesan yang dikirim pun belum berbalas. Saat di coba menghubungi kembali, ponselnya dimatikan.
Seperti diketahui, keberadaan ISIS di Indonesia dapat merusak kerukunan dan ketentraman di tengah masyarakat terutama disintegrasi bagi bangsa dan negara. [Baca : Cegah Paham Radikal ISIS, Polda dan Pemprov Riau Imbau Jaga Kerukunan] [pan]

