Copy Paste Program Daerah Kampar

Ide "Maghrib Mengaji" Wako Tak Kreatif, DPRD : Buat Aplikasi Religi Gaul Aja

Ide "Maghrib Mengaji" Wako Tak Kreatif, DPRD : Buat Aplikasi Religi Gaul Aja

| Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, H Darnil menilai Walikota Pekanbaru H Firdaus MT tidak inovatif dalam memajukan visi misi kota. Hal tersebut terlihat saat Walikota Pekanbaru berencana akan membuat surat edaran "Maghrib Mengaji".

“Magrib mengaji itu program dari Pemkab Kampar. Saya lihat Wako tidak kreatif mencari terobosan baru. Jangan namanya magrib mengaji. Itu sudah dipatenkan oleh Pemkab Kampar. Bahkan sudah dibuat Perda lagi,” kata Politisi dari Partai Hanura ini, kepada Beritariau.com, saat dikonfirmasi, Jum'at (29/08/2014).

Dalam hal ini, sebut Darnil, dirinya tidak pernah menentang visi misi dari Kota Pekanbaru menuju kota metropolitan yang madani. Namun, Darnil mengatakan agar Walikota sedikit lebih kreatif untuk membuat program tanpa meniru daerah lain karena Pekanbaru bukan kabupaten. Anak muda di perkotaan udah pandai mengelak kalau diajak mengaji.

"Misalnya, membuat aplikasi religi gaul digital bertemakan "Pekanbaru Mengaji" di BlackBerry atau di Android. Diisi budaya lokal yang lebih kreatif, modern dan disukai generasi muda," papar Darnil.

Darnil merasa keberatan jika program daerah Pekanbaru hanya copy paste program daerah lain.

“Saya setuju dengan Maghrib Mengaji. Tapi itu sudah ada yang membuat jangan kita copy paste. Jadikan kita sebagai kota yang ditiru orang bukan meniru-niru orang,” cetus Darnil.

Tentang gerakan masyarakat maghrib mengaji ini, sebelumnya telah diresmikan oleh Pemkab Kampar yang dibahas oleh semua Fraksi di DPRD lewat sidang Paripurna tahun 2013.

Seluruh fraksi yang ada di DPRD Kampar sepakat menyatakan bahwa perda magrib mengaji diperlukan untuk mendukung program pemerintah dengan pilar pertama yaitu peningkatan akhlak dan moral.

Namun, hingga kini, implementasi dari pelaksanaan perda tersebut belum terlalu kelihatan. Hanya Bupati nya saja yang diundang oleh Metro TV dalam salah satu program Mata Najwa yang bertemakan perda kontroversial. [bam]